Rabu, 27 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Lampoh Saka, Terlalu Manis untuk Dikenang

Berada di titik 121 kilometer dari Kota Banda Aceh, Lampoh Saka tak lebih dari sebuah kota kecil

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
YULIA ERNI, Anggota FAMe Chapter Pidie, melaporkan dari Lampoh Saka, Pidie 

Namun, tak lekang oleh waktu tercatat satu sejarah besar, Gubernur Sumatera pertama setelah Indonesia merdeka adalah warga Lampoh Saka, yaitu Mr Teuku Mohammad Hasan.

Beliau mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 1948 di samping gelar pejuang kemerdekaan jebolan Master of Laws yang diperolehnya setelah menamatkan kuliah hukum di Leiden University, Belanda, tahun 1933.

Wajar namanya diabadikan sebagai jalan utama Terminal Batoh, Banda Aceh, tepatnya setelah mendapat penobatan gelar sebagai pahlawan nasional tahun 2006.

Seiring waktu, ekonomi pasar mulai berputar, terutama sejak kehadiran penikmat usaha kuliner.

Beberapa tahun terakhir, kota kecil kami sering dipadati pengunjung dari berbagai penjuru.

Tempat serbu antrean panjang ada Mieso Masjid Taqwa, Mi Kocok Hijrah Jaya, Mi Hom Hay.

Paling spesial ada serabi, putu, beureune, dan bubur yang berlokasi tepat di depan halaman rumah sejarah Ulee Balang alias Rumoh Geudong Bentara Pineung.

Dulu, Rumoh Geudong menjadi pusat perhatian siapa pun pelintas karena terkesan ikonik dan gagah.

Struktur bangunan menyiratkan makna Lampoh Saka pernah berjaya di masanya.

Seiring perubahan kepemilikan, apa pun bisa berubah.

Sekarang rumah sejarah tersebut dihalangi beberapa pintu toko.

Tak sedikit pihak menyayangkan perubahan tersebut.

Pada akhirnya alam selalu menuntut manusia untuk beradaptasi.

Sebab, sekuat apa pun kita menolak, perubahan sesuatu yang pasti.

Bahkan jika tak peduli, sejarah pun bisa berubah.

Meski terhalang beberapa pintu toko, pengunjung dari arah timur dan barat sepanjang Jalan Banda Aceh-Medan tak tersesat menemukan kuliner khas dan nikmat itu.

Sehingga, baru-baru ini kami mulai merasakan sedikit kemacetan.

Perkara usus memang tak bisa ditawar.

Kita semua menyadari itu.

Selain sekilas kisah tadi, masih banyak pengusaha sukses lain yang tak lagi saya sebutkan satu per satu.

Tak sedikit pula yang telah meninggal.

Ada Haji Syah Umar yang berkali waktu juara bertahan kategori standar pebisnis tajir Pidie.

Sisanya, meninggalkan kampung halaman pascatrauma konflik.

Namun, nama Alaska dan The Saka tak jauh-jauh dari alamat usaha.

Mungkin ada jimat tersendiri di mana pun merintis karier.

Bisa jadi semua itu hanya sugesti atau humor alam semata.

Entahlah.

Baca juga: Abu Kuta Krueng Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Abrar Caleu, Ini Jumlah Dananya

Baca juga: 8 Siswa SMA Sukma Bangsa Caleu, Pidie Lulus SNMPTN, Dua Di Antaranya di Fakultas Kedokteran

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved