Breaking News:

Salam

Ganja Medis Belum Boleh

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi Undang-Undang Narkotika yang salah satunya mengenai ganja untuk medis

Editor: bakri

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi Undang-Undang Narkotika yang salah satunya mengenai ganja untuk medis.

Majelis Hakim MK menyampaikan tidak bisa membenarkan keinginan para pemohon terkait penggunaan narkotika golongan I untuk pelayanan kesehatan atau terapi.

Alasannya, golongan narkotika itu memiliki potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

MK mengatakan, karena belum ada bukti ihwal pengkajian dan penelitian secara komprehensif, maka keinginan para pemohon tidak bisa dipertimbangkan dan tidak bisa dibenarkan oleh Mahkamah untuk diterima alasan rasionalitasnya.

“Baik secara medis, filosofis, sosiologis, maupun yuridis," kata Hakim MK.

Majelis juga menyatakan bahwa fakta hukum terhadap adanya sejumlah negara yang melegalkan ganja menurut UU negaranya tidak serta merta membuat negara lain tidak mengoptimalkan pemanfaatan narkotika dimaksud.

Sebagaimana kita ketahui, dalam perkara yang tercatat pada Nomor 106/PUUXVIII/2020, pemohon meminta MK menyatakan Penjelasan Pasal (6) ayat (1) huruf a UU 35 Tahun 35/2009 bertentangan dengan Pasal 28C ayat (1) dan Pasal 28H ayat (1) UUD 1945.

Pemohon juga meminta MK menyatakan Pasal 8 ayat (1) UU 35/2009 bertentangan dengan Pasal 28C ayat (1) dan Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia Dokter Inggrid Tania MSi, penelitian seharusnya bisa dilakukan sebelum memutuskan ganja medis dapat legal atau tidak di Indonesia.

Baca juga: MK Tolak Legalisasi Ganja Medis, Sarankan Pemerintah-DPR Revisi UU Narkotika

Baca juga: Kisah Santi, Ibu yang Memperjuangkan Ganja Medis untuk Obati Putrinya yang Menderita Cerebral Palsy

Namun, para peneliti di Indonesia juga tidak bisa lakukan penelitian itu karena terganjal UU Narkotika.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved