Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kasus Korupsi Beasiswa Belum Bisa ke Pengadilan, Jaksa Minta Penyidik Polda Lengkapi Berkas

Kasus dugaan korupsi beasiswa tahun 2017 pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh masuk prapenuntutan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL 
Kajati Aceh, Bambang Bachtiar, didampingi Aspidsus dan Asintel memberi keterangan pers di Kantor Kejati Aceh, Banda Aceh, Jumat (22/7/2022) 

BANDA ACEH - Kasus dugaan korupsi-beasiswa' title=' korupsi beasiswa'> korupsi beasiswa tahun 2017 pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh masuk prapenuntutan.

Penyidik Polda Aceh sudah mengirim berkas ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, namun belum bisa ditindaklanjuti ke pengadilan karena masih terdapat kekurangan atau disebut P19.

"Kaitan dengan kasus beasiswa.

Bahwa penanganan penyidik dari Polda Aceh sekarang dalam proses prapenuntutan.

Berkas sudah masuk, tapi masih terdapat kekurangan," ujar Kajati Aceh Bambang Bachtiar.

Progress kasus tersebut diketahui setelah Kepala Kejati Aceh Bambang Bachtiar menyampaikan capaian kinerja kejaksaan selama Januari-Juli 2022 dalam konferensi pers di Kantor Kejati setempat, Jumat (22/7/2022).

Dalam konferensi pers yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-62, Kajati Bambang Bachtiar turut didampingi para Asisten, Kabag TU, dan Koordinator.

"Tahapannya dari sekarang masih 2 minggu.

Nanti satu bulan setelah kita kembalikan berkas, kita akan mengingatkan kembali penyidik," tambah Aspidsus Kejati Aceh Raharjo Yusuf Wibisono.

Raharjo menyampaikan penyidik Polda dan Kejati Aceh terus bersinergi dalam pengungkapan kasus.

Baca juga: MaTA Nilai Penetapan Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa Aceh belum Sentuh Aktor Utama

Baca juga: Breaking News - Polda Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa, Tak Ada Mahasiswa & Anggota DPRA

"Kita baca saksi dari pihak mahasiswa 500 lebih.

Kita juga mengingatkan kepada adek-adek mahaiswa yang tidak berhak menerima beasiswa tapi menerima tolong dikembalikan saja ke Polda Aceh," ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Aceh menetapkan tujuh tersangka yang dinilai memenuhi unsur dalam kasus korupsi-beasiswa' title=' korupsi beasiswa'> korupsi beasiswa tahun 2017 melalui gelar perkara di Mapolda Aceh, Selasa 1 Maret 2022.

Ketujuh tersangka tersebut terdiri atas pejabat atau mantan pejabat pada BPSDM Aceh serta koordinator lapangan (korlap) penyaluran bantuan pendidikan tersebut.

Sementara dari beberapa anggota DPRA yang ditengarai terlibat dalam kasus itu hingga kini masih berstatus saksi.

Ketujuh orang tersangka itu adalah SYR selaku PA (Pengguna Anggaran), FZ dan RSL selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), FY sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan-red), serta SM, RDJ dan RK masing-masing sebagai Koordinator Lapangan. (mas)

Baca juga: Kasus Korupsi Beasiswa, Tercatat 35 Mahasiswa Sudah Kembalikan Kerugian Negara

Baca juga: Pejabat Jadi Tersangka, Anggota DPRA Masih Saksi Kasus Korupsi Beasiswa

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved