Berita Pidie
Petani di Pidie Kecewa Bendungan Tiro Dicoret, Andalkan Bendungan Rukoh
Petani mengaku kecewa menyusul keputusan Pemerintah Pusat yang mencoret pembangunan Proyek Strategi Nasional (PSN)
Saat itu, timbul penolakan karena dibangunnya Bendungan Tiro akan hilang sejarah di gampong yang terkena PSN itu.
Tapi, seiring dengan perjalanan waktu warga setuju direlokasikan ke tempat lain.
Pemerintah akan membangun rumah, memberikan lahan baru dan modal usaha untuk memulai hidup baru.
"Hanya saja, kita menyayangkan sikap Pemerintah Aceh dan Pemkab Pidie tidak pernah melakukan pendekatan secara kontinyu dengan warga.
Rugi Pidie jika PSN gagal dibangun di Tiro, sebab sangat susah mendapatkannya," jelasnya.
Ketua Komisi II DPRK Pidie, Fauzi Jamil mengungkapkan, jika saat ini Pemerintah Pusat membangun Bendungan Rukoh di Kecamatan Titeu yang akan rampung tahun 2022, tentunya belum bisa menjamin ketersediaan air untuk petani di enam kecamatan.
Meski di Bendungan Rukoh dibangun saluran pembuang ke arah lima kecamatan itu.
Menurutnya, debit air di Bendungan Rukoh kecil sehingga sekarang harus dibangun saluran pengarah yang dibangun sekitar 9 kilometer dari Tiro.
Saluran pengarah itu akan menyedot air dari Tiro, yang lokasinya jauh dari lokasi pembangunan Bendungan Tiro.
" Saya kira Bendungan Rukoh tidak perlu karena debit air kecil, yang sangat diperlukan pembangunan Bendungan Tiro karena sumber air melinpah.
Pembangunan Bendungan Tiro untuk persiapan kebutuhan air di masa mendatang," ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya juga mengharapkan melalui Pj Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto MSi agar dapat memperjuangkan Bendungan Tiro supaya tidak dicoret oleh Pemerintah Pusat. (naz)
Baca juga: Pemerintah Coret Bendungan Tiro dari Daftar Proyek Strategis Nasional, Ini Alasannya
Baca juga: Menko Airlangga: 201 Proyek dan 10 Program PSN Selesai 2024, Nilai Investasi Rp 4 Triliun Lebih