Breaking News:

Berita Duka

M Daud Gayo, Mantan Staf Pribadi Menlu Adam Malik Meninggal Dunia di Jakarta

Hubungan Daud dengan Menlu Adam Malik sangat dekat. Pada 1968, Daud diminta mewakili Menlu menyampaikan pidato dalam Sidang Dewan Pimpinan PPI se-Erop

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Muhammad Daud Gayo (tengah) memperlihatkan buku yang ditulisnya dalam usia 82 tahun kepada Dyah Erti Idawati, istri Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Bogor. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. M Daud Gayo, tokoh Gayo yang dikenal dekat dan pernah jadi staf pribadi mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, H Adam Malik, meninggal dunia di Jakarta, Kamis (4/8/2022) pukul 05.00 WIB pagi.

Kabar duka itu disampaikan keluarga almarhum, Samratuti melalui pesan WA kepada pengurus Musara Gayo Jakarta, organisasi perkumpulan masyarakat Gayo Jabodetabek.

H. Adam Malik saat menjabat Menteri Luar Negeri, mengangkat Daud Gayo sebagai staf pribadi, bertugas menyalurkan mahasiswa pancasilais yang terusir dari Soviet ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Raih Adam Malik Awards 2021, Tribunnews.com Media Online Terbaik Tahun Ini

Hubungan Daud dengan Menlu Adam Malik sangat dekat. Pada 1968, Daud diminta mewakili Menlu menyampaikan pidato dalam Sidang Dewan Pimpinan PPI se-Eropa di London.

Muhammad Daud Gayo Iahir di Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah 1938. Mejalani pendidikan dasar di kota kelahirannya, dan hijrah ke Jakarta melanjutkan pendidikan dan lulus SMA IV/C Negeri di Jl. Batu Jakarta tahun 1958.

Daud Gayo lalu ikut seleksi penerimaan mahasiwa dan diterima di Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi.

Ia kemudian keluar dari kampus, memilih bekerja di Bank Industri Negara (BIN) 1958.

Setahun kemudian, ia terbang ke Moskow, melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi di Moscow State University, setelah mendapat program beasiswa dari Pemerintah Indonesia.

Begini Gambaran Keberanian Orang Gayo Melawan Penjajah Belanda, Rela Jalan Kaki Ratusan Kilometer

Daud Gayo aktif dalam kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Uni Soviet dan Eropa.

Pada 1963 Daud Gayo terpilih sebagai Ketua Badan Pekerja Badan Koordinasi PPI se-Eropa periode1963-1965.

Ketika terjadi peristiwa G30 S PKI 1965, mahasiswa Indonesia di Soviet ikut bergolak. Daud Gayo dan mahasiswa pancasilais lainnya lalu membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa di Uni Soviet (KAMUS) menuntut pembersihan KBRI Moscow dari antek-antek PKI. Tuntutan KAMUS mendapat respon positif dari Adam Malik, Menteri Luar Negeri RI ketika itu.
Ia juga menulis sejumlah buku, "Keterlibatan Haji Muhammad Hasan Gayo, Pejuang Nasional Dataran Tinggi Gayo dalam Gerakan Perjuangan Kemerdekaan 1923-2003".

Buku lainnya tentang ulama asal Gayo, yang berkiprah di Sumatera Utara, Tgk A Latief Rousydi, terbit pada 2011.(*)

Kek Puteh Jatuh ke Laut Akibat Perahu Dihantam Ombak

Jurusan Migas Masuk SMK, BPMA dan Disdik Teken MoU

Sandiaga Salahuddin Uno Kagumi Ekonomi Kreatif Aceh Besar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved