Kupi Beungoh

Urgensitas Islam Wasatiyah di Bumi Amerika

Maka konsep 'Wasatiyat Al-Islam' adalah rumusan dalam akumulasi konsep yang ada dalam Islam yang sangat kompleks untuk di realisasi.

Editor: Yeni Hardika
FOR SERAMBINEWS.COM
Munawir Umar, Imam Masjid Al-Hikmah Kota New York, USA 

Oleh: Munawir Umar
(Imam Masjid Al-Hikmah Kota New York, USA)

SERAMBINEWS.COM - Konsep dasar Islam tentang keseimbangan dan keselarasan (wasatiyah) telah dinukil rapi dalam Alquran dan bahkan dalam berbagai sabda Nabi serta aktualisasi verbal, sikap dan juga sifat oleh Nabi sendiri.

Al-Qur'an berbicara bahwa, 'Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).' (QS. An-Najm: 3-4).

Maka wajar bila perkembangan dakwah Islam begitu pesat di tangan beliau, meskipun kita tidak bisa menampik bahwa itu memang sudah bimbingan dari Allah Swt dengan segala tantangan yang ada (by process).

Tetapi garis merahnya adalah bahwa apa saja risalah yang dibawa oleh Nabi sangat mewakili dan mewarnai aspirasi dan naluri manusia seluruh alam.

Dengan masa 23 tahun lamanya, dakwah beliau pun tersebar dan diterima pesat di seluruh dunia.

Baca juga: Kunjungi Misbahul Ulum Paloh, Direktur Ponpes Gontor Disambut dengan Penyematan Selendang

Maka konsep 'Wasatiyat Al-Islam' adalah rumusan dalam akumulasi konsep yang ada dalam Islam yang sangat kompleks untuk di realisasi.

Karena di antara sekian konsepnya adalah Fiqh Al-Waqi', yaitu memahami realitas dan faktualitas yang sedang terjadi di sekitar kita.

Persoalannya adalah pada tataran penerapan dan aktualisasi nilai itu dalam kehidupan.

Kita sendiri sebagai umat Islam -lahir dalam Islam, beribu bapakkan Islam- belum mampu merepresentasikan konsep tersebut secara baik dan maksimal.

Rasulullah sebagai teladan hanya terayal dalam ucapan kita saja, bahkan secara tidak sadar kita sering menampik itu dengan ucapan sikap kita bahwa, 'Itu kan Nabi, berbeda dengan kita manusia biasa'.

Akibatnya wajah Islam agak terlalu jauh dari yang diidamkan dan tercemar di tangan kita sendiri untuk menjadi representatif rahmatan lil alamin dan solusi bagi mereka yang gerah dan haus ketenangan jiwa.

Bila melihat pada realitas yang ada, pada dasarnya orang-orang di negeri mudah sekali untuk ditundukkan hatinya untuk diajak kepada yang lebih baik.

Karena ada yang mengatakan bahwa orang-orang Amerika itu sebenarnya sangat tekstual bahkan lebih tekstual dari pada kita orang Indonesia.

Hal itu bisa dilihat dari cara mereka menjalankan aturan pemerintah yang memang tertulis dalam buku-buku pedoman aturan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved