Kupi Beungoh
Daun Capa atau Blumea balsamifera L, Tanaman Obat Tradisional Aceh Kini Mendunia
Daun Capa Aceh mampu melampaui efektivitas salah satu obat yang selama ini digunakan untuk menyembuhkan luka.
Senyawa senyawa tersebut dibutuhkan sebagai senyawa aktif untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Lalu bagaimana dengan daun capa Aceh?
Ternyata senyawa senyawa berkhasiat tersebut juga terdapat dalam daun capa yang berasal dari Aceh, sebagaimana penulis telah melakukan identifikasi.
Daun capa merupakan satu diantara banyak tanaman obat yang telah lama digunakan oleh masyarakat Aceh sejak lama.
Ada banyak jenis tanaman lain, seperti boh keumude (mengkudu) yang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah penderita diabetes.
Daun serapoh untuk obat penetralisir asam lambung, tanaman pala untuk mengatasi bengkak, boh limeng sagoe (belimbing) untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Sementara daun induk kunyit untuk mengobati orang seumapa (pingsan) dan masih banyak lagi yang lainnya yang perlu dilakukan kajian ilmiah sehingga memberikan informasi kepastian khasiat dari tanaman tanaman tersebut untuk kesehatan masyarakat.
Disisi lain World Health Organization (WHO) dalam buku Traditional Medicine strategy 2014-2023 yang dikeluarkan pada desember 2013, merekomendasikan penggunaan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit.
Artinya bahan obat alam yang digunakan secara tradisional memiliki peluang dan potensi untuk dikembangkan tentunya dengan kajian lanjutan sehingga memiliki nilai yang tinggi.
Upaya pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk memandirikan masyarakat dan salah satu upaya tersebut adalah pengembangan asuhan mandiri pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA) dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan dan mewujudkan keluarga sehat.
Program ini telah digalakkan oleh pemerintah melalui Kementerian kesehatan, yang selanjutnya di implementasikan hingga ke tingkat Puskesmas dan masyarakat.
Melalui program ini diharapkan kita dapat menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk menggunakan kembali tumbuhan obat tradisional terutama dari masyarakat Aceh.
*) PENULIS adalah seorang Peneliti bidang Kesehatan Masyarakat, Universitas Serambi Mekkah yang juga sebagai Alumni Prodi DMAS-USK.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI