Jurnalisme Warga
Ulun Tanoh, Desa Literasi di Negeri Seribu Bukit
SEBULAN lalu saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Kabupaten Gayo Lues atau yang lebih dikenal dengan julukan “Negeri Seribu Bukit”
Banyak masyarakatnya memelihara sapi.
Ada cerita unik tentang sapi yang berkeliaran di desa ini.
Sudah pasti kotorannya memenuhi jalan sehingga membuat jalan beraspal di Desa Ulun Tanoh menjadi kotor.
Kepala desa memikirkan agar jalan menjadi bersih dari kotoran sapi sehingga Suhardinsyah belajar bagaimana cara memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk.
Akhirnya, ayah dari empat orang anak ini berhasil belajar memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk dan bisa dijual menghasilkan uang.
Karena, kotoran sapi memiliki nilai ekonomis, akhirnya masyarakat yang memelihara sapi tidak melepaskan sapinya berkeliaran tetap berada di kandang.
Bahkan, pemilik sapi yang mencari rerumputan.
Permasalahan kotoran sapi sudah tuntas, tidak ada lagi kotoran yang bertumpuk di jalan, malahan rerumputan seperti ilalang menjadi bersih dikarenakan pemilik sapi itu sendiri yang memotong rumput.
Secara perlahan para pemuda yang dulunya banyak menganggur disibukkan dengan aktivitas ke sawah dan berkebun, begitu juga dengan pemudinya dan ibu-ibu rumah tangga diberikan modal usaha seperti menjahit.
Bahkan, semasa Covid-19 diberikan modal menjahit masker, bantuan dananya melalui dan desa.
Lalu dipasarkan ke ibu kota kabupaten yang hasilnya bernilai ekonomis.
Bukan saja berhasil dari sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, akan tetapi Desa Ulun Tanoh merupakan desa literasi untuk mencerdaskan anak negeri.
Entah karena Suhardinsyah ini memperoleh gelar sarjana pendidikan, sudah pasti saat kuliah di perguruan tinggi diterpa ilmu pendidikan untuk menjadi seorang guru.
Ternyata benar, jiwa keguruannya masih terpatri dalam hati sanubarinya.
Putra-putri Desa Ulun Tanoh diharapkannya menjadi generasi yang pintar dan cerdas melalui membaca karena membaca adalah jendela dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BAIHAKI-Kontributor-Majalah-Tekkomdik-Dinas-Pendidikan-Aceh-melaporkan-dari-Gayo-Lues.jpg)