Jurnalisme Warga
Ulun Tanoh, Desa Literasi di Negeri Seribu Bukit
SEBULAN lalu saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Kabupaten Gayo Lues atau yang lebih dikenal dengan julukan “Negeri Seribu Bukit”
Untuk menumbuhkan minat baca bagi siswa yang masih duduk di jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/ MA dibangunnya perpustakaan mini berlokasi di samping Kantor Desa Ulun Tanoh.
Saya takjub melihat perpustakaan mini yang terlihat bersih, bukunya tersusun rapi, di depannya ada tempat duduk permanen yang beratap, apalagi dilengkapi Wifi digunakan secara gratis bagi pelajar dalam menyelesaikan tugas-tugas di sekolah yang bahannya dicari melalui internet.
Menariknya, internet gratis ini khusus digunakan untuk media pembelajaran saja, dilarang bermain game, dan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Kepala dan perangkat desa langsung mengontrol aktivitas pelajar dalam menggunakan internet yang disediakan oleh desa.
Ada beberapa buku yang tak asing lagi terpajang di rak perpustakaan ini, penulisnya ada dari alumnus FKIP USK yang penulis kenal.
Ada lagi ratusan Majalah POTRET dan Anak Cerdas, pimpinan redaksinya Tabrani Yunis, sahabat dan senior saya.
Masih banyak buku bacaan lain diperoleh dari bantuan perpustakaan nasional.
Tentu ini semua tidak terlepas kelihaian dari kepala desanya yang membangun relasi di provinsi dan nasional.
Tak salah Desa Ulun Tanoh dijuluki desa literasi karena dipimpin oleh anak muda yang visioner bahkan tahun 2021 lalu dipercayakan oleh masyarakatnya terpilih kembali menjadi kepala desa untuk periode kedua.
Desa Ulun Tanoh pernah meraih juara satu desa berprestasi tingkat Kabupaten Gayo Lues dan juara tiga tingkat Provinsi Aceh.
Wajarlah, Suhardinsyah selaku kepala desa diundang ke tingkat nasional di Denpasar, Provinsi Bali, bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menerima penghargaan.
Kepala Desa Ulun Tanoh ini kini dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Gayo Lues.
Dalam postingan di media sosialnya, terlihat saat ini ia sedang melakukan penguatan ketahanan pangan dengan memberikan bibit ikan mas dan nila kepada masyarakat Desa Ulun Tanoh.
Kiprah seorang sarjana pendidikan mampu mengubah desa terbelakang dan kolot menjadi desa berprestasi dan berliterasi dibuktikan oleh seorang Suhardinsyah dari hitam menjadi putih.(*)
Baca juga: Tim Supervisi Polda Aceh dan Kapolres Gayo Lues Kunjungi Desa Tangguh Ulun Tanoh, Ini yang Dilakukan
Baca juga: Kapolres Gayo Lues Pilih Desa Ulun Tanoh Sebagai Desa Tangguh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BAIHAKI-Kontributor-Majalah-Tekkomdik-Dinas-Pendidikan-Aceh-melaporkan-dari-Gayo-Lues.jpg)