Kupi Beungoh
Nilai Pendidikan Dalam Momentum Kemerdekaan Indonesia 1945 - 2022
Jauh dari hebatnya para penjajah yang sudah memiliki peralatan perang yang sangat canggih dan memadai, dengan pasukannya yang sangat terlatih.
Agustus 1945 – 9 Agustus 1945, tahap akhir Perang Dunia Kedua. Amerika Serikat menjatuhkan bom dengan persetujuan dari Britania Raya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec.
Dengan izin Allah, Terjadi bom di Nagasaki dan Hirosima, ini menjadi mementum dan kesempatan emas yang Allah berikan, untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Selain modal keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT, para pejuang kemerdekaan juga memiliki rasa persaudaraan yang luar biasa, umpama satu tubuh, satu yang sakit semua berduka.
Ketika para laki-laki berangkat berjuang, para ibu dan keluarga mempersiapkan segala kebutuhan secara bergotong royong.
Para istri, anak keluarga melepas para pejuang untuk berangkat ke medan perang dengan doa, dengan dukungan yang luar biasa, meski mereka tau, itu mungkin pertemuan mereka yang terakhir.
Dengan berangkat ke medan perang, pulang dengan selamat tidak mereka harapkan, kecuali pulang dengan membawa kemenangan atau kemerdekaan atau mati syahid di medan perang.
Kepada generasi penerus kemerdekaan Indonesia, menjaga keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT adalah suatu keharusan dan kewajiban sebagai implementasi nilai nilai perjuangan.
Agar negara Kesatuan Republik Indonesia, tetap kokoh megah dan berjaya sepanjang masa.
Namun sebaliknya, Indonesia akan hancur pelan-pelan jika generasi penerusnya jauh dari agama.
Seorang yang jauh dari agama tidak punya semangat untuk belajar, tidak punya semangat mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan dengan susah payah, mereka ini sibuk dengan handphone, sibuk dengan pergaulan bebas, ganja, narkoba dan lainnya yang dilarang agama.
Dengan menjaga keimanan, otomatis dalam Agama mengajarkan tentang ukhuwah, persaudaraan, pengorbanan, perjuangan, semangat mengisi Kemerdekaan dan lainnya.
Moga kepada semua para syuhada yang syahid di medan perang memperjuangkan kemerdekaan RI atau yang syahid dalam mempertahankan kemerdekaan RI, Allah tempatkan di syurga yang paling indah dan paling tinggi.
*) PENULIS Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DISINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg-adalah-Dosen-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)