Kamis, 28 Mei 2026

Berita Jakarta

Nama Pemred Serambi Dicatut, Pelaku Tawarkan Barang Lelang

Pelaku berkomunikasi via WhatsApp (WA) menggunakan bahasa Aceh dan bahkan berani menghubungi calon korban menggunakan fasilitas video call

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM
Asrizal H Asnawi 

JAKARTA - Aksi penipuan dengan mencatut nama tokoh semakin menjadi-jadi.

Terbaru, nama Pemimpin Redaksi (Pemred) Serambi Indonesia Group, Zainal Arifin, dicatut oleh pelaku yang memakai nomor Hp 082161575906.

Pelaku berkomunikasi via WhatsApp (WA) menggunakan bahasa Aceh dan bahkan berani menghubungi calon korban menggunakan fasilitas video call.

Kabar pencatutan nama Zainal Arifin itu disampaikan tokoh Aceh di Malaysia, Datuk H Mansyur Usman, dan anggota DPRA, Asrizal H Asnawi, Kamis (18/8/2022).

"Kebetulan saat ini saya sedang berada di Malaysia, sehingga Datuk Mansyur bisa mengonfirmasi langsung kepada saya," ungkap Zainal.

"Bahkan, ketika pelaku menghubungi Asrizal H Asnawi, saya sedang bersama beliau di kawasan Chowkit, sehingga saya sempat berbicara langsung dengan pelaku," lanjutnya.

Kepada Datuk Mansyur, pelaku menawarkan barang-barang lelang, berupa 150 kamera merek Canon dan 50 Hp Samsung A80.

Penipu itu meminta Datuk Mansyur untuk mentransfer uang muka agar barang-barang itu bisa dibawa ke luar dari gudang.

Tapi, Datuk Mansyur yang merasa curiga, langsung mengonfirmasikannya ke Zainal Arifin.

Baca juga: Pemred Serambi Silaturahmi dengan Rektor UTU Meulaboh, Jasman J Maruf Papar Prestasi Kampus Ini

Baca juga: Bupati Dulmusrid dan Pemred Serambi Indonesia Eksplore Ekowisata Hutan Mangrove, Begini Suasananya

Bahkan, pada saat yang sama, Datuk Mansyur mendapatkan pesan WA yang juga diduga dari penipu yang mengatasnamakan Chandra.

Hampir sama dengan penipu yang mencatut nama Zainal Arifin, pelaku yang mencatut nama Chandra ini juga menawarkan barang-barang lelang kepada Datuk Mansyur Usman.

Hal yang sama juga dilakukan pelaku kepada Asrizal H Asnawi.

Pelaku menghubungi Datuk Mansyur dan Asrizal menggunakan fasilitas video call dan memasang video Zainal Arifin saat video call.

"Saya pikir ini modus baru, karena pelaku menggunakan video korban saat video call.

Saya tidak tahu apakah memang ada aplikasi yang menyediakan fasilitas pemasangan video saat video call," ujar Asrizal.

"Yang pasti, ini sangat berbahaya, karena sekilas agak meyakinkan calon korban," ujar anggota DPRA itu.

Namun, video call hanya berlangsung sesaat karena pelaku berdalih jaringan kurang pas.

Diduga ini hanya sebagai alasan pelaku agar video call-nya tidak bisa berlangsung lama, karena videonya akan terlihat tidak nyata.

Selain Datuk Mansyur dan Asrizal, pelaku juga sempat menghubungi Taufik, sahabat Zainal Arifin yang berdomisili di Pidie.

Taufik juga merasa curiga, karena selama ini Zainal Arifin tidak pernah menawarkan barang-barang lelang atau meminta bantuan, sehingga ia langsung mengonfirmasinya ke Pemred Serambi.

"Makajih, hana yakin kuh (makanya saya tidak yakin-red)," kata Taufik setelah mendapatkan konfirmasi bahwa Zainal sedang di Malaysia, sementara dalam WA dengan pelaku yang mencatut nama Zainal, mengaku sedang berada di Banda Aceh.

Cek ke Get Contact

Pencatutan namanya, Zainal Arifin, langsung melakukan pengecekan ke aplikasi Get Contact di Hp-nya.

Get Contact merupakan aplikasi untuk identifikasi nomor telepon sekaligus memblokir panggilan spam.

Aplikasi GetContact akan megindentifikasikan nomor telepon sesuai database yang dimiliki.

"Setelah saya cek di GetContact, nomor 082161575906 yang digunakan pelaku tercatat dengan nama 'Hasbunallah Wani'mal Wakil'.

Tapi ada tiga tag yang sudah terhapus, mungkin tiga tag itu pernah ditambah oleh pengguna GetContact sebagai nomor penipuan," ungkap Zainal.

Pemred Serambi Indonesia ini mengimbau kepada kenalannya untuk tidak pernah melayani permintaan bantuan atau penawaran lelang yang mengatasnamakan dirinya.

"Jika merasa ragu sebaiknya cek ke aplikasi GetContact atau Truecaller, karena biasa di kedua aplikasi ini ada database pemilik nomor HP yang ingin kita cari.

Kalau yakin itu penipu, maka bisa ditambahkan tag 'penipu' untuk nomor itu, agar bisa membantu orang lain," jelasnya.

Ditanya bagaimana cara penipu itu mendapat nomor HP kenalannya yang akan dihubungi, Zainal menduga, pelaku ini tergabung dalam salah satu grup WA yang dia ada di dalamnya.

"Mungkin pelaku mempelajari komunikasi kita di dalam grup, atau di akun media sosial seperti Facebook dan lainnya.

Karena saya lihat pelaku menggunakan foto profil saya di FB sebagai foto profil WA," timpal Zainal.

"Terkadang jadi serba salah juga kita ketika ada kawan memasukkan nomor kita ke dalam grup.

Kita ke luar kan tidak enak.

Padahal, terkadang ini juga rawan disalahgunakan oleh penipu," pungkas Zainal Arifin. (saf)

Baca juga: Wali Kota Terima Plakat Serambi Award dari Pemred Serambi

Baca juga: VIDEO Pemred Serambi Silaturahmi dengan Bupati Aceh Selatan di Lokasi Wisata Tapak Tuan Tapa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved