Breaking News:

Berita Nagan Raya

KIP Nagan Raya Mulai Sosialisasi Pemilu 2024 Serentak ke Warga

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat, peserta Pemilu, serta melalui media massa.

Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Komisioner KIP Nagan Raya, Mizwan. 

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat, peserta Pemilu, serta melalui media massa.

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Nagan Raya mulai mensosialisasi pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Sosialisasi terkait tahapan serta jadwal Pemilu untuk memilih Presiden/wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRA dan DPRK serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) gubernur/wakil dan bupati/wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat, peserta Pemilu, serta melalui media massa.

"Tahun 2024 akan menjadi tahun politik besar-besaran di Indonesia. Pada tahun tersebut, Pemilu dan Pilkada digelar serentak," kata Ketua Divisi Hukum KIP Nagan Raya Mizwan SH kepada Serambinews.com, Sabtu (20/8/2022).

Menurutnya, Pemilu digelar pada 14 Februari 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil presiden, lalu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dan kabupaten/kota, sementara, Pilkada serentai digelar 27 November 2024. 

"Melalui gelaran Pilkada, akan dipilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di seluruh Indonesia," jelasnya.

Dikatakan, ini akan menjadi pemilihan pertama yang terbesar di Indonesia. 

Sebab, Pemilu dan Pilkada yang lalu belum pernah dilaksanakan ditahun yang sama. 

Baca juga: KIP Aceh Selatan Ajak Masyarakat Untuk Cek NIK, Bila Merasa Bukan Anggota Parpol Bisa Melapor

"Ketentuan mengenai penyelenggaraan Pemilu diatur dalam Pasal 22E Ayat (1) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan bahwa Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali," jelas Mizwan.

Dikatakan, sebelum ini Pemilu terakhir digelar pada 2019.

Artinya, Pemilu selanjutnya harus diselenggarakan pada 2024.

"Ketentuan mengenai Pilkada digelar serentak di 2024 diatur melalui Pasal 201 Ayat (8) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 yang menyebutkan bahwa pemungutan suara serentak nasional dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di seluruh wilayah NKRI dilaksanakan pada bulan November 2024," katanya.

Mizwan mengatakan, Pemilu pada dasarnya bertujuan untuk membentuk pemerintahan di pusat dan daerah.

Menyerentakkan pemilu dan pilkada pada tahun yang sama, dinilai akan menghasilkan pemerintahan yang stabil.

"Mari semua kalangan kita sukseskan Pemilu 2024 mendatang," ajaknya. (*)

Baca juga: 7 Parlok Mendaftar ke KIP Aceh, Satu Partai Gagal Penuhi Syarat Pendaftaran

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved