Breaking News:

Berita Jakarta

Berharap Dukungan Kementerian agar Investasi di Pulau Banyak Dilanjutkan

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan, pihaknya akan mendukung permintaan yang disampaikan Pj Gubernur Aceh

Editor: bakri
FOTO HUMAS BPPA
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, didampingi Pangdam IM, Mayjen TNI Mohamad Hasan, dan pejabat lainnya, foto bersama dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, di Kantor Kementerian tersebut, Senin (22/8/2022). 

* Pj Gubernur Aceh Bertemu Menteri Investasi/Kepala BKPM

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan, pihaknya akan mendukung permintaan yang disampaikan Pj Gubernur Aceh, terutama terkait investasi pariwisata di Kepulauan Banyak.

Dukungan juga diberikan Menteri Bahlil terhadap KEK Arun untuk menjadi Net Zero Carbon KEK.

PENJABAT (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Senin (22/8/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Pj Gubernur didampingi oleh Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Mohamad Hasan, Kadis ESDM Aceh, Mahdinur, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Mohd Tanwier, Pj Bupati Aceh Singkil, Marthunis, serta Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marzuki.

Pada kesempatan itu, Achmad Marzuki meminta dukungan serta dorongan dari Kementerian Investasi agar investasi pariwisata di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, dilanjutkan kembali.

"Kita ingin dukungan dari Pak Menteri dan dapat memberikan tax holiday khusus untuk investasi tersebut," pinta Pj Gubernur Aceh.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Aceh batal menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Murban Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) terkait investasi di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Penandatanganan MoU itu rencananya dilaksanakan di Dubai, UEA, pada Kamis (4/11/2021) lalu bersamaan dengan Expo Dubai 2021.

Rencana awal, penandatanganan itu akan turut disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo, namun investasi itu mengalami penundaan lantaran pihak Murban Energy belum siap.

Baca juga: Bupati Aceh Singkil Keliling Naik Becak Nikmati Keindahan Pulau Banyak

Baca juga: Wisatawan Takjub dengan Pesona Pulau Banyak

Kepada Menteri Bahlil, Pj Gubernur Aceh juga meminta dukungan agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, menjadi Net Zero Carbon KEK (KEK Tanpa Karbon).

Sebab, menurut Achmad Marzuki, reservoir kosong di Arun dapat dijadikan penyimpan karbon yang dihasilkan industri di wilayah KEK Arun.

"KEK Arun akan menjadi lebih menarik setelah ditemukan migas di Blok Andaman," ucap Achmad Marzuki.

“Kita juga berharap agar proses perizinan di KEK Arun lebih mudah dan terpadu, terutama dalam pengurusan lahan untuk investasi dalam KEK melalui kerja sama antar pemilik lahan dalam KEK dan BUPP, serta Patriot Nusantara Aceh, agar kemudahan berusaha (ease of doing business) lebih optimal,” timpalnya seperti disampaikan dalam rilis Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta, yang dikirim ke Serambi, kemarin.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan, pihaknya akan mendukung permintaan yang disampaikan Pj Gubernur Aceh, terutama terkait investasi pariwisata di Kepulauan Banyak.

Dukungan juga diberikan Menteri Bahlil terhadap KEK Arun untuk menjadi Net Zero Carbon KEK.

Sehingga, ke depan reservoir kosong di Arun dapat dijadikan penyimpan karbon yang dihasilkan.

Terkait kewenangan perizinan minerba dan asimetris lainnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia akan memerintahkan deputinya untuk mengakomodir kewenangan khusus perizinan Aceh dalam sistem OSS dan terintegrasi dengan sistem database nasional, terutama database minerba (Mining One Data Indonesia-MODI).

"Semoga ini akan terlaksana sesuai dengan yang inginkan," pungkas Bahlil Lahadalia. (jal)

Baca juga: Wisatawan Lokal dan Nusantara Dominasi.Kunjungan ke Pulau Banyak

Baca juga: Sarungan, Bule Australia Ini Joged Ria Bersama Warga di Pulau Banyak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved