Rabu, 6 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Sensasi ‘Lumpia Seribu Pintu’ di Semarang

Kota Semarang merupakan satu dari tiga pusat pelabuhan penting bagi Hindia Belanda sebagai pemasok hasil bumi dari wilayah pedalaman Jawa

Tayang:
Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil 

Kota Semarang memiliki kemiripan karakteristik secarai fisik dengan kota-kota di Belanda.

Kemiripan ini berupa cekungan bawah laut karena adanya depresi daratan sehingga membentuk ledokan yang tidak begitu luas.

Depresi daratan ini disebabkan penurunan muka tanah dan ‘land subsidence’akibat eksploitasi air tanah berlebih.

Jenis tanah aluvial juga berpengaruh dalam penurunan muka tanah di wilayah Kota Semarang.

Adanya cekungan ini juga efek yang ditimbulkan karena aktivitas reklamasi pada pantai-pantai di Kota Semarang yang membentuk tanggul-tanggul laut.

Beberapa wilayah di Kota Semarang, khususnya Semarang Utara, memiliki ketinggian di bawah permukaan laut.

Kondisi seperti ini memungkinkan timbulnya banjir cukup parah pada wilayah cekungan tersebut.

Kota yang memiliki garis pantai sepanjang 20 kilometer dengan tipologi pantai yang tidak beraturan.

Pengaruh aktivitas manusia berperan dalam perubahan tipologi pantai, seperti aktivitas reklamasi dan sedimentasi oleh sungai.

Salah satu kawasan reklamasi yang cukup dikenali oleh masyarakat Kota Semarang adalah Pantai Marina.

Pertumbuhan Semarang juga dipengaruhi kondisi geografis kota tersebut yang merupakan wilayah pesisir dengan adanya pelabuhan.

Pelabuhan menjadi cikal bakal pertumbuhan hingga menjadi wilayah perkotaan seperti yang terlihat saat ini.

Bermula dari aktivitas perdagangan di pelabuhan menjadikan kota tersebut sebagai wilayah strategis dalam pengembangan perekonomian, terutama untuk distribusi barang jasa sejak zaman prakolonialisme.

Sungai-sungai yang mengalir di pusat kota dahulunya merupakan kawasan pelabuhan.

Salah satu sungai tersibuk sebagai jalur lalu lintas kapal dan perahu adalah Sungai Semarang.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved