Breaking News:

Opini

Penyederhanaan Peserta Pemilu

Ada tujuh partai lokal yang mendaftarkan diri dan enam di antaranya dinyatakan lengkap dan berhak maju ke tahap verifikasi administrasi dan faktual

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
AYI JUFRIDAR, Dosen Universitas Malikussaleh/Anggota KIP Aceh Utara 2008-2018 

Jumlah peserta pemilu selalu fluktuatif di setiap periode.

Setelah berakhirnya era tiga peserta pada Pemilu 1997, perubahan regulasi membuat pemilu pertama era Reformasi pada 1999 diikuti 48 partai politik.

Para pemilih dan penyelenggara di tingkat bawah waktu itu begitu kesulitan melipat surat suara.

Baca juga: Diskusi Pemilu dengan Warga Seuneubok Rawa, Panwaslih Bahas Tentang Politik Uang

Banyak surat suara robek ketika dimasukkan ke dalam kotak suara.

Sistem perhitungan dan rekapitulasi yang serba manual juga membingungkan.

Ditambah dengan sistem pengawasan yang lemah, Pemilu 1999 rawan dicurangi.

Pemilu 2004 yang mulai diselenggarakan penyelenggara di luar partai (independen), diikuti 24 parpol sehingga lebih sederhana.

Namun, lima tahun kemudian jumlah peserta kembali membengkak menjadi 38 parpol.

Pada Pemilu 2014 kembali menurun menjadi 12 parpol dengan ukuran surat suara yang lebih kecil.

Jumlah peserta kembali meningkat menjadi 18 peserta, termasuk empat parpol lokal di Aceh yang hanya mengikuti pemilu anggota DPRK dan DPRA.

Pemberlakuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2009 ikut memengaruhi jumlah peserta Pemilu 2014.

Demikian juga pada Pemilu 2019 peserta menurun menjadi 16 parnas dan 4 parlok di Aceh (www.kpu.go.id).

Banyaknya partai politik serta partai politik yang menjadi peserta pemilu memang tidak dapat dihindari karena Indonesia menganut sistem presidensial multipartai.

Regulasi memungkinkan pendirian partai politik menjadi lebih mudah, tetapi dengan sejumlah risiko ikutan, baik bagi penyelenggara maupun pertumbuhan demokrasi yang belum berada dalam garis orbit seharusnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved