Jurnalisme Warga
Guru Inspiratif Penyandang Difabel dari Kota Naga
Kepala sekolah menceritakan, banyak prestasi yang pernah diraih SMK Negeri 1 Tapaktuan, baik di tingkat provinsi maupun nasional
Ini adalah fakta bahwa guru SMK penyandang difabel, tapi mampu untuk melahirkan karya nyata.
Dalam kesehariannya untuk beraktivitas pergi dan pulang sekolah, Pinta mengendarai sepeda motor yang sudah dimodifikasi jadi beroda tiga.
Bahkan saat mengajar sambil duduk di depan kelas pun para siswa sangat memahami kondisi yang dialaminya.
Walaupun dengan kondisi fisik yang ada kekurangan, tetapi pihak sekolah mempercayakan kepadanya menjabat kepala program keahlian akuntansi.
Bahkan, ibu dari dua orang anak ini sedang dipersiapkan sebagai guru berprestasi jenjang SMK tahun 2023 mendatang.
Pinta saat ini mendirikan klub literasi sekolah (KLS) dengan tujuan siswa SMK Negeri 1 Tapaktuan semakin gemar membaca dan menulis.
Usaha yang dilakukannya ini mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah, apalagi dengan niat untuk meningkatkan literasi para siswa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Aceh Selatan, Annadwi SPd MM sangat bangga dengan hasil goresan tangan Pinta yang dituangkannya dalam bentuk buku.
Annadwi mengupayakan agar buku-buku Pinta yang sudah dicetak terbatas itu diperbanyak sebagai bahan bacaan di perpustakaan SMA, SMK, dan SLB khususnya di Aceh Selatan dan umumnya di sekolah-sekolah yang ada di Aceh.
Untuk memperbanyak buku-buku yang dituliskan Pinta bisa dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh dan pihak percetakan.
Annadwi berharap, baik di tingkat provinsi maupun nasional, jika ada pemberian penghargaan kepada guru yang menulis buku, Pinta sudah layak menerimanya, apalagi ia penyandang difabel.
Saya melihat banyak guru, khususnya di Kabupaten Aceh Selatan yang mampu menulis buku, tapi selama ini karya-karya mereka tidak terpublikasikan.
Sebenarnya urusan untuk mendapatkan nomor ISBN dan mencetak buku tidaklah terlalu rumit asalkan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama di daerah setempat.
Bisa juga melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh atau melalui organisasi profesi seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Aceh.
Banyak pihak yang bisa memfasilitasinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BAIHAKI-Kontributor-Majalah-Tekkomdik-Dinas-Pendidikan-Aceh-melaporkan-dari-Aceh-Selatan.jpg)