Breaking News:

Salam

Mana Solar untuk Nelayan?

Untuk mendapatkan solar jatah sekali melaut, mereka harus mengantre di SPBN setempat selama tujuh hingga delapan hari

Editor: bakri
SERAMBINEWS/HERIANTO
Pengelola boat nelayan Lampulo antre solar subsidi di SPBN Lampulo, harus menggunakan becak dan jirigen, karena sudah banyak boat yang mengantre solar subsidi, Senin (5/9/2022). 

Sebagian nelayan di Lampulo Banda Aceh -- yang merupakan pangkalan nelayan terbesar di Aceh-- belakangan ini sering tidak melaut karena kesulitan memperoleh solar bersubsidi.

Untuk mendapatkan solar jatah sekali melaut, mereka harus mengantre di SPBN setempat selama tujuh hingga delapan hari.

“Inilah masalah yang membuat para nelayan semakin hidup sulit.

Apalagi dalam tiga hari terakhir harga solar juga sudah naik lagi,” kata seorang nelayan.

Sudah bertahun-tahun para nelayan meminta tambahan kuota solar untuk SPBN Lampulo, tapi hingga kini belum ada penambahan.

Padahal, jumlah boat yang boleh mengonsumsi BBM bersubsidi itu setiap tahunnya di Lampulo bertambah sedikitnya 10 unit.

Saat ini di pelabuhan nelayan terbesar itu, sedikitnya ada 110 unit boat yang boleh mengonsumsi BBM bersubdi.

Untuk kebutuhan itu, PT Pertamina hanya memberikan jatah ke SPBN Lampulo 192 kilo liter setiap bulan atau 6,4 kilo liter perhari.

Menurut para nelayan, kuota itu jauh dari mencukupi.

Keluhan itu juga sering disampaikan para nelayan di daerah-daerah pesisir Aceh lainnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved