Breaking News:

PON 2024

KONI Bahas Aturan Baju Atlet di Aceh Untuk Pelaksanaan PON 2024

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Golden Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Sayed Muhammad Muliady, Ketua Bidang Organisasi PB Percasi 

"Peserta Rakernas yang lain mengatakan, asal ini bisa dijamin, ya tidak ada masalah.

Yang tanggung jawab kan Aceh kalau tiba-tiba nanti tim basket (wanita) diseruduk misalnya," tambah pria kelahiran Langsa, itu.

Sayed menyampaikan, sebenarnya dia ingin memberikan tanggapan dalam forum tersebut karena sebagai peserta Rakernas punya hak berbicara.

Namun karena dirinya dari PB Percasi di mana atlet pada cabang tersebut tidak ada kaitan dengan pakaian, Sayed pun tidak jadi menyampaikan sanggahan.

Baca juga: Alhamdulillah, KONI Setujui Tambahan Nomor Panahan di PON 2024, Jadi 19 Nomor & Sediakan 19 Emas

Baca juga: Sungai Alas Lokasi Arung Jeram PON 2024, Ketua DPRK dan Rakyat Agara Apresiasi Menpora

"Kemudian rasanya tidak etis juga kalau saya bantah mereka (KONI Aceh-red) secara terbuka, ketika mereka bisa meyakinkan peserta forum itu.

Bisa jadi debat kusir nanti," tambah Sayed Muhammad Muliady menjawab Serambi seusai Rakernas, kemarin.

Meski demikian, ia khawatir bila KONI Aceh hanya memberi jaminan saja tanpa berkonsultasi dengan stakeholder terkait lainnya terlebih dulu.

"Dari hati saya yang paling dalam, masalah ini harusnya dibicarakan dulu dengan para stakeholder terkait karena tidak sesimpel yang disampaikan oleh perwakilan KONI Aceh dalam Rakernas tersebut," ungkap Sayed.

"Hal-hal seperti itu kan sensitif," tambahnya.

Menurut Sayed, sudah benar bila atlet Aceh memakai jilbab saat pelaksanaan olahraga di daerah lain seperti Jawa Barat dan Papua.

Namun, kata Sayed lagi, ketika Aceh menjadi tuan rumah, persoalan yang muncul adalah saat atlet dari kontingen lain mengenakan pakaian terbuka saat bertanding di berbagai cabang olahraga.

"Kalau orang Aceh nggak pakai jilbab, orang Aceh marah.

Tapi, kalau pelaksanaannya di Aceh, itu kan jadi masalah untuk tim yang lain," imbuhnya seraya menyatakan bahwa Rakernas tersebut menyepakati pelaksanaan PON Aceh-Sumut yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2024 dimajukan menjadi September 2024.

Alasannya, jika dilaksanakan pada bulan Oktober akan bersamaan dengan jadwal kampanye Pilkada serentak. (rn)

Baca juga: PON 2024 di Enam Daerah

Baca juga: Pj Gubernur Aceh Tandatangani Dua SK, Venue Utama PON 2024 akan Dibangun di Neuheun Aceh Besar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved