Minggu, 26 April 2026

Azyumardi Azra Orang Indonesia Pertama Bergelar Sir, Siapa Tokoh Dunia Lainnya?

Dikutip laman aminef, pada tahun 2010, dia menerima Commander of the Order of the British Empire (CBE) dari Kerajaan Inggris.

(KOMPAS/KRISTIANTO PURNOMO)
Azyumardi Azra 

"Kepergian beliau tentu saja membuat kita benar-benar kehilangan karena beliau dikenal sebagai seorang ilmuwan yang sangat berkelas tidak hanya dalam skala nasional tapi juga dunia," katanya dalam keterangan tertulisnya. Abbas mengatakan meninggalnya Azyumardi Azra juga menjadi kehilangan bagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang pernah ia pimpin saat menjadi rektor pada periode 1998-2006. Dirinya berujar bahwa peran dari Azyumardi Azra terhadap UIN Syarif Hidayatulah Jakarta tidak dapat dikesampingkan.

Hal tersebut, katanya, lantaran Azyumardi Azra berhasil menumbuhkan budaya akademik dan ilmiah di kalangan dosen dan mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

"Azyumardi Azra mampu mengangkat UIN Jakarta menjadi sebuah Perguruan Tinggi Islam yang bergengsi yang tidak hanya dikenal di tanah air tapi juga oleh dunia internasional terutama oleh mereka-mereka yang tertarik dengan kajian-kajian keislaman," ungkap Abbas.

Selain itu, Abbas juga mengungkapkan meninggalnya Azyumardi Azra tentu menjadi bentuk kehilangan bagi rekan-rekannya yang berasal dari Sumatera Barat.

Baca juga: Profil Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang Pernah Jadi Rektor UIN Jakarta Meninggal Dunia

Baca juga: Azyumardi Azra Minta Yaqut Hati-hati Beri Pernyataan, Menteri Agama: Cuma Sebatas Semangati Santri

"Tentu teman-teman beliau yang berasal dari Sumatera Barat merasa kepergian beliau sangat mengejutkan dan menyedihkan karena beliau adalah salah seorang tokoh yang mendorong bagi diselenggarakannya Kongres Kebudayaan minangkabau yang akan dilaksanakan akhir tahun ini," tuturnya.

Tenaga Ahli Dewan Pers yang juga Wakil Sekjen PWI, Dr Suprapto Sastro Atmojo ikut berbelasungkawa. Suprapto mengatakan, Prof Azyumardi semasa hidup merupakan sosok yang dikenal kritis.

"Beliau orang baik, penuh idealisme, dan kritis. Meski belum genap setahun menjadi ketua dewan pers, beliau telah banyak berbuat untuk membangun profesionalisme pers dan khususnya wartawan serta menjaga kemerdekaan pers," katanya.

Suprapto mengungkapkan, pertemuan terakhirnya dengan Ketua Dewan Pers Azyumardi terjadi pada 30 Agustus 2022. Kini, ia mendapatkan kabar duka, Azyumardi Azra meninggal dunia di Malaysia.

Kabar tersebut, diterimanya dari Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya. Mengenai waktu pemakamannya, Suprapto mengaku belum mengetahui kepastiannya.

Sebab, nantinya akan disampaikan oleh pihak keluarga almarhum. "Waktu pemakaman belum ada info," ucapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya meminta agar segala kesalahan Prof Azyumardi Azra baik disengaja maupun tidak, agar dimaafkan. Dia juga berdoa agar almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Beliau orang baik," ujar Agung.(Tribun Network/and/den/yoh/wly)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved