Breaking News:

Kupi Beungoh

Tips Menyelesaikan Studi Doktor Kurang dari Tiga Tahun

Berikut lima tips atau cara dapat gelar doktor tepat waktu, bahkan lebih cepat, berdasarkan pengalaman penulis

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Dr. Masyudi, S,Kep., Ners., M.Kes, Dosen FKM Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. 

Karenanya, bila Anda berencana ingin melanjutkan S3, maka jauh-jauh waktu sebelum mendaftar, Anda sudah harus memiliki beberapa proposal penelitian yang siap untuk dipersentasikan.

Mengapa beberapa proposal?

Bisa jadi proposal yang kita persentasikan saat bertemu sang Promotor belum sesuai dengan topik yang kita ajukan, sehingga kita perlu cadangan lain yang memungkinkan untuk kita tawarkan.

Pengalaman penulis, bila proposal yang kita ajukan memiliki novelty dan jelas alur penelitiannya, biasanya jarang ditolak oleh promotor.

Baca juga: Mahasiswa Doktoral Kedokteran Kupas Kelebihan Wudhu di Hadapan Santri, Wudhu Bentengi dari Penyakit 

Baca juga: Dirjen Pendis Kemenag RI Minta IAIN Lhokseumawe Persiapkan Program Doktoral

Tips kedua, evident base dalam mengerjakan tugas tugas kuliah

Umumnya kurikulum Study Doctoral memiliki mata kuliah yang mendukung kebutuhan si calon Doktor dalam melaksanakan penelitian disertasinya.

Misal, mata kuliah Metodologi Penelitian, Penentuan Topik Khusus, Statistik, penulisan artikel ilmiah, dan lain lain.

Setiap pertemuan dari mata kuliah tersebut akan ada penugasan-penugasan dari pengasuh, dan tugas-tugas yang diberikan adalah umumnya merupakan bagian dari penyelesaian disertasi mahasiswa yang bersangkutan.

Oleh karena itu, bila mahasiswa calon Doktor telah memiliki proposal penelitian seperti saran penulis pada tips pertama tadi, maka proposal tersebut akan terkoreksi dengan sendirinya dalam proses perkuliahan di semester 1 dan 2.

Baca juga: Umuslim-UPI Bandung Selenggarakan Program Doktoral, Kuliah Perdana Sudah Dimulai

Tips ketiga, Komunikasi yang baik dengan Promotor

Di semester 3 atau awal tahun kedua, biasanya SK promotor telah keluar dan mahasiswa calon doktor dapat mulai berkonsultasi dengan sang promotor.

Kesan awal adalah komunikasi.

Sama halnya dengan hubungan kerja sama dalam bidang apapun, mahasiswa doktoral harus memiliki tata karma yang baik, teknik komunikasi yang baik, disiplin waktu yang baik, dan bekerja keras. 

Biasanya bila ini dapat dilakukan dengan baik oleh mahasiswa, maka akan lancarlah urusan bimbingan dan lain sebagainya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved