Breaking News:

Salam

RUU Sisdiknas Harus Dibuka Lagi ke Publik

Rancangan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) tidak disetujui untuk masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas)

Editor: bakri
Dok. Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Dok. Kemendikbud) 

Rancangan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) tidak disetujui untuk masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023 karena DPR tak mau kerusuhan bertambah parah.

Keputusan itu diambil saat Badan Legislasi DPR menggelar rapat kerja (raker) bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Selasa (20/9/2022) malam.

“Ya (tidak dimasukan) karena DPR tidak ingin kerusuhan yang terjadi bertambah parah,” tutur Wakil Ketua Baleg DPR, Willy Aditya.

Dewan meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim, membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan sebelum mengajukan RUU ini untuk dibahas bersama DPR.

Willy meminta Nadiem benar benar matang dalam mempertimbangkan ragam aspirasi di publik terkait usulan RUU ini.

Willy mendorong RUU Sisdiknas agar lebih disempurnakan.

"Mendikbud dalam hal ini harus benar benar belajar, tidak egois untuk kemudian mengangkat aspirasi publik yang begitu luas," katanya.

Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly memastikan pihaknya akan melakukan kajian lanjutan terkait RUU Sisdiknas.

Dia mengatakan pihaknya juga telah menerima catatan dari fraksi fraksi di parlemen.

Baca juga: RUU Sisdiknas Tak Masuk Prolegnas Prioritas, Dikritisi Banyak Pihak

Baca juga: Tunjangan Profesi di RUU Sisdiknas Dihapus, PGRI: Kesejahteraan Guru Jadi di Bawah Minimum

"Tapi supaya dia masuk perencanaan kita 2023, pemerintah tentu tidak akan gegabah mengirimkan sesuatu tanpa melakukan kajian yang dalam.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved