Breaking News:

Berita Bireuen

Kasus Ujaran Kebencian, Polres Bireuen Minta Keterangan Dua Saksi Ahli

Tim penyidik akan memintai keterangan dua saksi ahli, satu saksi ahli IT dan satu lagi saksi ahli bahasa Aceh.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok Polisi
Penyidik Polres Bireuen sedang memeriksa kasus ujaran kebencian 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Penyelidikan Kasus Ujaran Kebencian terhadap Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S Sos melalui aplikasi tik tok dengan tersangkanya berinisial Tar alis Midi (42) warga Desa Samuti Aman, Gandapura Bireuen yang ditangkap Rabu (21/09/2022) hingga Senin (26/09/2022) belum selesai.

Bahkan, tim penyidik Polres Bireuen akan memintai keterangan dua saksi ahli terkait ujaran kebencian tersebut.

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Arief Sukmo Wibowo SIK didampingi anggota Reskrim lainnya kepada Serambinews.com, Senin (26/9/2022) mengatakan, tim penyidik akan memintai keterangan dua saksi saksi, dua saksi ahli yaitu satu saksi ahli IT dan satu lagi saksi ahli bahasa Aceh.

Saksi ahli IT terkait dengan aplikasi TikTok dan lainnya, sedangkan saksi ahli bahasa Aceh berkenaan dengan bahasa yang digunakan dalam aplikasi tersebut saat pengucapan ujaran kebencian dalam bahasa Aceh.

Disebutkan, selain itu, tim penyidik juga sudah memintai keterangan dari Ketua DPRK Bireuen selaku korban atau pihak yang merasa dirugikan dalam ujaran kebencian tersebut.

“Tersangka dan barang bukti masih ditahan di Mapolres Bireuen untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan juga tim penyidik akan memintai keterangan dari dua saksi ahli,”ujarnya.

Kasat Reskrim mengatakan, pemeriksaan terhadap tersangka terus berlanjut sampai selesai dan penyiapan berkas perkara tersebut. “Belum ada sinyal atau katakanlah kasus itu dihentikan, tim penyidik bertugas menyelidiki dan memproses sampai berkasnya diserahkan ke Kejari Bireuen,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang warga Desa Samuti Aman, Gandapura, Bireuen berinisial Tar alias Midi (42) ditangkap tim Polres Bireuen sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (21/9/2022) di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

Pria tersebut ditangkap karena diduga melakukan  tindak pidana penghinaan/pencemaran nama baik melalui media elektronik TikTok.

Pria tersebut ditangkap karena melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Perbuatan atau pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.(*)

Baca juga: Buat Konten Ujaran Kebencian Terhadap Ketua DPRK Bireuen di TikTok, Seorang Warga Ditangkap

Baca juga: Polisi Periksa Pelaku Konten Ujaran Kebencian terhadap Ketua DPRK Bireuen

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved