Breaking News:

Internasional

Houthi Ancam Hancurkan Setiap Kapal Tanker Minyak, Pemerintah Yaman Keluarkan Kecaman Keras

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengeluarkan kecaman keras kepada milisi Houthi.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Kapal tanker minyak yang terbengkalai di perairan Aden, Yaman. 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengeluarkan kecaman keras kepada milisi Houthi.

Milisi Houthi telah mengancam akan menyerang kapal-kapal minyak yang masuk ke pelabuhan di Yaman.

Pemerintah Yaman telah menyerukan tindakan internasional untuk menghentikan kelompok itu dari merusak infrastruktur sipil dan sumber daya.

Menteri Luar Negeri Yaman Ahmed Awad bin Mubarak menggambarkan ancaman itu sebagai tindakan kriminal dan teroris.

Dia menambahkan Houthi yang didukung Iran tidak menghormati perjanjian internasional yang melarang serangan terhadap fasilitas sipil.

“Ancaman seperti itu menjadi bukti yang jelas dari sifat teroris dan bukan hal baru bagi warga Yaman," tambahnya.

"Sangat penting bagi dunia untuk memahami bagaimana organisasi teroris ini beroperasi," jelasnya.

Baca juga: Perdana Menteri Yaman Kutuk Milisi Houthi, Terus Sabotase Upaya Perdamaian

" Houthi telah mengabaikan hukum dan konvensi internasional yang mendasar,” katanya kepada Arab News, Rabu (5/10/2022).

Komentar menteri itu muncul ketika Kementerian Perhubungan yang berbasis di Aden mendesak perusahaan pelayaran asing untuk melanjutkan operasi mereka.

Meskipun Houthi menuntut agar mereka menghentikan pergerakan minyak ke negara itu.

Sebuah surat telah dikirim pada Senin (3/10/2022) kepada agen perusahaan pelayaran yang beroperasi di Yaman.

Otoritas Urusan Maritim kementerian mengatakan mereka harus terus melakukan ekspor migas dan mineral dari pelabuhan yang dikendalikan pemerintah dan tidak akan mematuhi tuntutan atau ancaman Houthi.

“Memoranda atau surat edaran tidak akan dipertimbangkan kecuali dikeluarkan oleh Presidensi Otoritas Umum Urusan Maritim Aden,” kata badan maritim pemerintah dalam surat yang dilihat oleh Arab News.

Baca juga: Serangan Milisi Houthi di Kota Terkepung Taiz Menewaskan 15 Anak dan Perempuan

Permintaan pemerintah Yaman datang sehari setelah Houthi secara resmi memerintahkan operator kapal untuk berhenti mengangkut minyak dan mineral dari wilayah yang dikuasai pemerintah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved