Breaking News:

Berita Banda Aceh

Exco dan Klub Tolak Kongres Biasa Asprov PSSI Aceh

Lima dari enam Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Aceh dan dua klub menolak keputusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh yang tetap bersikukuh

Editor: bakri
For Serambinews.com
Exco Asprov PSSI Aceh, Zulfadhli 

BANDA ACEH - Lima dari enam Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Aceh dan dua klub menolak keputusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh yang tetap bersikukuh menggelar Kongres Biasa Pemilihan Asprov PSSI Aceh Tahun 2022.

Penolakan itu dilakukan karena berdasarkan Statuta PSSI, kongres itu berstatus ilegal atau tidak sah.

Kelima Anggota Exco PSSI Aceh tersebut adalah Munzir, Zulfadhli, Kennedi, Zulkiram, dan Mukhlis Zulkifli.

Sedangkan dua klub yang juga menolak pelaksanaan Musyawarah Biasa Pemilihan Asprov PSSI Aceh Tahun 2022 itu adalah Persip Pasee dan PSAS Babah Buloh.

Penolakan itu sudah disampaikan melalui surat ke Ketua Umum PSSI Pusat.

Sesuai dengan surat undangan dari Asprov PSSI Aceh, Kongres Biasa Pemilihan Asosiasi Provinsi PSSI Aceh 2022 akan dilaksanakan di Hotel Grand Blang Asan, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, pada Senin (10/10/2022) besok.

Adapun agendanya antara lain Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua serta Anggota Komite Eksekutif Asprov PSSI Aceh Periode 2022-2026.

Zulfadhli, kepada Serambi, via telepon selulernya, Sabtu (8/10/2022), mengatakan, surat penolakan Kongres Biasa Pemilihan Asprov PSSI Aceh Tahun 2022 yang dikirim pihaknya ke Ketua Umum PSSI Pusat ditandatangani oleh kelima Anggota Exco PSSI Aceh.

Menurut Zulfadhli, setidaknya ada dua alasan utama pihaknya menolak musyawarah tersebut.

Pertama, Pembentukan, pemilihan, dan pengangkatan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) tidak melibatkan dan tidak mengundang Komite Eksekutif (Exco) Asprov Aceh.

Baca juga: Banding Ditolak KBP, Bacalon Ketua PSSI Aceh Surati Ketua Umum PSSI Pusat, Iskandar: Saya Dijegal

Baca juga: KBP Kongres PSSI Aceh Umumkan Hasil Banding

Karena itu, menurut Zulfadhli, berdasarkan Statuta PSSI, maka Kongres Pemilihan yang akan diselenggarakan oleh Asprov PSSI Aceh berstatus illegal.

Kedua, Semua keputusan Asprov Aceh 2018-2022 tidak pernah melalui hasil rapat dengan komite eksekutif.

Berdasarkan Statuta, lanjut Zulfadhli, kongres yang tidak dihadiri oleh 2/3 dari anggota komite eksekutif dipastikan tak dapat dilaksanakan dan bila tetap diselenggarakan, maka kongres tersebut dapat dinyatakan berstatus ilegal.

“Dalam hal ini, kami selaku Anggota Exco PSSI Aceh menilai bahwa kongres yang akan dilaksanakan oleh Asprov PSSI Aceh ini bertentangan dengan Statuta PSSI Tahun 2019 pada BAB IV Pasal 33 Ayat (2) serta BAB V Pasal 40 Ayat (1) Pasal 41 Ayat (1) sampai dengan (5),” ungkap Zulfadhli.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved