Breaking News:

Berita Kutaraja

MAA Gelar Sosialisasi Adat Istiadat untuk Perangkat Desa

Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh menggelar sosialisasi adat angkatan II dan III untuk perangkat desa di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh

Penulis: Saifullah | Editor: Saifullah
Dok MAA
Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh menggelar sosialisasi adat angkatan II dan III untuk perangkat desa di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh pada 13-14 Oktober 2022, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh. 

Laporan Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh menggelar sosialisasi adat angkatan II dan III untuk perangkat desa di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh pada 13-14 Oktober 2022, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.

Sosialisasi yang dibuka oleh Wakil Ketua I MAA Provinsi Aceh, Tgk Yusdesi itu ikut dihadiri anggota Komisi VI DPRA, Hj Kartini Ibrahim, dan Wakil Ketua II MAA Provinsi Aceh, Syeh Marhaban, serta Ketua Bidang Hukum Adat MAA Provinsi Aceh, Syaiba Ibrahim.

Hadir juga, Plh Kepala Sekretariatan MAA Provinsi Aceh, Muhammad Zaini, Ketua MAA Kabupaten Aceh Besar, Asnawi Zainun, Ketua MAA Kota Banda Aceh, Tgk H Zainun Muhammad, serta sejumlah pengurus MAA lainnya.

Acara sosialisasi adat tersebut ikut dimeriahkan oleh penampilan ‘cae’ oleh Medya Hus.

Sosialisasi adat istiadat itu juga menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan MAA Provinsi Aceh yang membahas tentang pentingnya adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat.

Hj Kartini Ibrahim dalam sambutannya pada acara tesebut menekankan tentang pentingnya penyelamatan adat istiadat.

Baca juga: MAA Bireuen Usul Masukkan Adat Istiadat Aceh dalam Kurikulum Kuliah di Umuslim, Ini Respon Rektor

Karena menurut anggota DPRA itu, sudah banyak tata cara adat dan istiadat yang hilang dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mengundang orang ke sutu acara walimah saja itu dulu ada diatur tata caranya dalam adat,” kata Kartini.

“Tapi sekarang seiring perkembangan teknologi, itu sudah tergerus, mengundang orang cukup dengan kirim pesan WA (WhatsApp) saja,” jelasnya.

Hj Kartini Ibrahim menambahkan, perkembangan teknologi tidak boleh disalahkan dalam tergerusnya adat istiadat.

Ia menyebutkan, perkembangan teknologi penting bagi kehidupan, tapi adat dan adat istiadat juga perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Kita harus kembali kepada tata cara adat, sedikit demi sedikit kita perkuat kembali, salah satunya melalui acara sosialisasi ini agar anak-anak generasi muda kita bisa memahami adat secara baik,” harapnya.

Baca juga: Kuatkan Kelembagaan Adat, MAA Aceh Besar Latih 60 Anggota

Wakil Ketua I MAA Provinsi Aceh, Tgk Yusdedi saat membuka acara tersebut menjelaskan, sosialisasi adat harus terus menerus dilakukan bagi aparatur gampong.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved