Breaking News:

Berita Aceh Timur

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Sumur Minyak Terbakar

Kapolres Aceh Timur sudah menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa terbakarnya sumur minyak bekas peninggalan PT Asamera Oil

Editor: bakri
POLRES ACEH TIMUR
Personel Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Aceh Timur melakukan olah TKP sumur minyak yang terbakar di areal perkebunan PT PPP Desa Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Kamis (13/10/2022) pagi 

IDI - Kapolres Aceh Timur, AKBP Andy Rahmansyah SIK mengakui, pihaknya sudah menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa terbakarnya sumur minyak bekas peninggalan PT Asamera Oil, di areal perkebunan PT PPP, Gampong Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur Rabu (12/10/2022) malam.

"Sudah kita amankan satu orang, semua yang terlibat akan kita tindak tegas," ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Andy Rahmansyah SIK kepada Serambi, Jumat (14/10/2022) malam.

Lebih lanjut, Kasatreskrim polres Aceh Timur, AKP Miftahuda Dizha Fezuono SIK mengatakan, satu orang yang diamankan itu berinisial B.

"Benar satu orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka berinisial B.

Perannya B termasuk dalam kelompok yang ingin membuka telaga bekas itu," ungkap AKP Miftahuda.

Dugaan sementara mereka sama-sama pekerja, dan sebagai pemodal.

"Saat ini keterangan masih terputus, karena korban yang mengalami luka bakar belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan," ungkap Kasat Reskrim.

Selanjutnya, ungkap Kasat Reskrim, satu orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Imbauan Kapolres

Selanjutnya, pada kesempatan itu, Kapolres Aceh Timur, AKBP Andy Rahmansyah menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pengeboran secara ilegal atau ilegal drilling, karena dapat membayakan diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga: Sumur Minyak Terbakar Telan Korban, Satu Pekerja Meninggal dan 2 Luka-luka

Baca juga: Tak Ada Lagi Semburan Gas di Sumur Minyak yang Terbakar

"Saya berharap masyarakat supaya tidak melakukan ilegal drilling, karena mengebor butuh skill dan keamanan, pengeboran secara ilegal dapat membayakan nyawa, karena itu jangan sampai masyarakat jadi korban," ungkap Andy Rahmansyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, sumur minyak bekas peninggalan Belanda atau PT Asamera Oil, terbakar di areal perkebunan PT PPP, Gampong Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur Rabu (12/10/2022) malam.

Akibatnya tiga orang pekerja mengalami luka bakar, dan satu orang pekerja meninggal dunia.

Dua orang mengalami luka bakar 70 persen, yakni Jaini Kaoi alias Nyap (40), M Amin (19), keduanya warga Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak.

Selanjutnya korban meninggal dunia, David (35) warga Gampong Buket Selamat, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Andy Rahmansyah melalui Kasat Reskrim, AKP Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, pihaknya memperoleh informasi terkait kebakaran tersebut dari Kapolsek Peureulak Timur.

Setelah mendapatkan informasi, ungkap Kasat Reskrim, petugas dari Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur melakukan olah TKP sumur minyak yang terbakar tersebut.

Setibanya di lokasi, kata Kasat Reskrim, pihaknya mengamankan TKP dengan memasang police line dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi-saksi.

Dari peristiwa tersebut, dua orang mengalami luka bakar 70 persen dan satu orang meninggal dunia. (sn)

Baca juga: Tiga Pekerja Sumur Minyak Tradisional Terbakar di Aceh Timur

Baca juga: Sumur Minyak Tidak Ditutup, YARA Gugat Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina ke PN Jakarta Pusat

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved