Mihrab

Pentingnya Menjaga Lisan dan Status Media Sosial

Khutbah Jumat Ustaz Marfiandi Syukri, menyampaikan pentingnya menjaga lisan dan status media sosial.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
FOR SERAMBINEWS.COM
Khutbah Jumat Ustaz Marfiandi Syukri, sampaikan pentingnya menjaga lisan dan status media sosial. 

SERAMBINEWS.COM - Pakar logika menyebutkan manusia dengan sebutan hayawan annathiq, artinya makhluk yang mampu berbicara.

Annathiq yaitu kemampuan berbicara sekaligus mampu memahami apa yang dibicarakannya, sesuai dengan firman Allah SWT, “Allah yang telah mengajarkan manusia kemampuan berbicara. (QS Ar-Rahman: 4).

Hal itu disampaikan Pengajar di Pesantren Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) Jantho, Aceh Besar, Ustaz Marfiandi Syukri, melalui mimbar khutbah di Masjid Al-Hidayah Yonzipur 16 DA, Krueng Jreu, Aceh Besar, Jumat (21/10/2022) bertepatan dengan 25 Rabiul Awal 1444 H.

“Karena itu, mari kita jaga atau ikat lisan kita dengan akal dan hati yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT,” demikian ajak Ketua Bidang Dakwah dan Pelatihan Dewan Dakwah Aceh Besar ini.

 

 

Marfiandi menguraikan lebih lanjut, kualitas berbicara manusia dibagi kepada empat tingkatan.

Pertama, bicara dengan kualitas tinggi, yaitu bicaranya penuh dengan hikmah, nasihat dan hal-hal yang bermanfaat.

Tingkatan kedua, manusia berbicara dengan kualitas biasa saja, yaitu apa yang dilihat dan didengar itu yang dibicarakannya.

Ketiga, bicara dengan kualitas rendah, yaitu bicaranya berkisar pada umpatan, hinaan dan kesalahan orang lain.

"Dan terakhir, bicara dengan kualitas dangkal, maksudnya selalu bicara tentang kehebatan dan kebanggaan terhadap diri sendiri," urainya.

Baca juga: Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Aceh Besar, 21 Oktober 2022

Karena itu, tambah dia, supaya kualitas bicara dan lisan manusia senantiasa terjaga dan bisa mengambil ibrah dari sosok yang disebutkan dalam sejarah, di antaranya Luqmanul Hakim, sosok yang disebut dalam Alquran.

“Lukman dikenal dengan tutur kata yang penuh hikmah dan lisannya mampu melembutkan hati yang keras,” katanya

Marfiandi mengisahkan, suatu hari Lukman ditanya oleh seorang pengembala kambing, apa yang membuatnya dimuliakan dan mendapat posisi yang tinggi.

Luqman mengatakan, jaga dua hal supaya diangkat derajat di dunia dan di akhirat. Pertama, shidqul hadits, artinya bicara yang jujur.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved