Breaking News

Mihrab

Pentingnya Menjaga Lisan dan Status Media Sosial

Khutbah Jumat Ustaz Marfiandi Syukri, menyampaikan pentingnya menjaga lisan dan status media sosial.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
FOR SERAMBINEWS.COM
Khutbah Jumat Ustaz Marfiandi Syukri, sampaikan pentingnya menjaga lisan dan status media sosial. 

Kedua, assamtu amma la ya'ni nih, maksudnya diam atau tidak berbicara sesuatu yang tidak ada urusan dengan kita.

Menurut dia, kedua hal tersebut berkaitan dengan lisan.

“Jika Luqman memiliki lidah yang baik, sebaliknya sosok yang kedua yaitu Al-Mutanabbi, seorang penyair, yang ketika membaca atau menulis syairnya sering membuat orang banyak sakit hati, sehingga berujung pada kematian," syarah Marfiandi atas sejarah, Al-Mutanabbi (915-965) orang yang terbunuh akibat syairnya dan mengaku sebagai nabi.

Baca juga: Dibaca pada Hari Jumat, Ini 3 Keutamaan Baca Surah Al Kahfi Lengkap Ayat 1-10 Teks Arab & Terjemahan

Maja itu, lanjut Khatib, berhati-hati dalam menggunakan media sekarang ini.

Bercermin dari Al-Mutanabbi dan dikaitkan dengan kehidupan saat ini bagaimana pesatnya teknologi media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain.

"Maka kita harus berhati-hati dalam menggunakan media tersebut, agar jangan sampai membuat orang lain tersakiti dengan tulisan-tulisan kita. Itu juga bagian dari menjaga lisan," tambahnya.

Rasulullah SAW suatu hari berpesan kepada Muadz bin Jabal tentang pintu kebaikan dan cara mengendalikannya.

Nabi bersabda, urusan yang paling penting adalah Islam dan puncaknya adalah jihad. Sementara cara mengendalikan semua itu dengan menjaga lisan, kata Rasulullah, sambil memegang lidahnya.

“Karena lidah, daging tak bertulang. Namun sangat menentukan keselamatan manusia di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam,” katanya.

Baca juga: Bisa dapat Pahala! Inilah 4 Amalan Istimewa di Hari Jumat, Berdoa hingga Membaca Surah Al Kahfi

Demikian pula, salah satu sebab manusia dimasukkan dalam neraka karena tidak menjaga lisan.

Firman Allah Swt, “Bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya; dan kami mendustakan hari pembalasan; sampai datang kepada kami kematian." (QS Al-Mudatsir: 45-47).

“Karena itu, betapa pentingnya menjaga lisan dan status di media sosial,” pungkas alumni Pesantren Al-Fauzul Kabir Jantho ini.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved