Jurnalisme Warga

Relawan Medis Aceh di Pakistan

Bergabung dengan tim dari Kemenkes, TNI, Kepolisian RI, Universitas Andalas Sumatera Barat, dan semuanya nanti membawa nama Tim Medis Indonesia

Editor: bakri
For: Serambinews.com
dr. ASLINAR, Sp.A, M. Biomed, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana PW Aisyiyah Aceh dan Anggota Satgas Bencana PP IDAI, melaporkan dari Pakistan 

OLEH dr. ASLINAR, Sp.A, M. Biomed, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana PW Aisyiyah Aceh dan Anggota Satgas Bencana PP IDAI, melaporkan dari Pakistan

RASA terkejut campur senang saat mendapat telepon dari pengurus Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) yang menanyakan apakah saya bersedia untuk berangkat ke Pakistan sebagai Tim Medis Indonesia untuk merespons bencana banjir parah di sana.

Setelah mendapat izin dari suami, saya pun menyatakan siap dan kemudian mengurus segala sesuatunya untuk keperluan administrasi keberangkatan, termasuk urusan perpanjangan paspor yang ternyata sudah mati sejak dua tahun lalu.

Karena dibutuhkan paspor cepat untuk pengurusan visa, maka saya mengurus paspor melalui jalur cepat atau jalur khusus yang ternyata hanya membutuhkan waktu satu jam saja mulai dari registrasi, antrean foto, pembayaran, dan paspor baru pun selesai.

Memang untuk jalur khusus ini biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal, yaitu Rp1.350.000 dibandingkan biaya pengurusan paspor jalur biasa yang hanya Rp350.000.

Saya berangkat atas nama MDMC dan kemudian bergabung dengan tim dari Kemenkes, TNI, Kepolisian RI, Universitas Andalas Sumatera Barat, dan semuanya nanti membawa nama Tim Medis Indonesia.

Tim medis bertugas selama 28 hari, mulai tanggal 6 Oktober sampai 2 November 2022.

Tim medis Indonesia berjumlah 29 orang, terdiri atas lima orang berasal dari Tim Kementerian Kesehatan, sepuluh dari TNI, enam dari Kepolisian RI, enam dari MDMC, dan dua orang dari Universitas Andalas.

Tim kami didampingi oleh dua orang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sehingga jumlah anggota tim yang berangkat totalnya 31 orang.

Di dalam tim ini terdapat sembilan dokter spesialis (spesialis emergency, anak, kebidanan, dan kulit), dan seorang dokter umum.

Baca juga: Arab Saudi Kembali Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Pakistan

Baca juga: Arab Saudi Bantu Pengungsi Rohingya, Suriah, Korban Banjir Pakistan dan Latih Guru Yaman

Ditambah aramedis yang terdiri atas perawat, apoteker, juga tenaga kesehatan masyarakat (surveilans).

Dalam misi kemanusiaan ini, keperluan logistik pengobatan berupa berbagai jenis obat dan alat medis, juga dibawa dari Indoensia.

BNPB Indonesia menugaskan tenaga medis dan paramedis untuk menjalankan misi kemanusiaan dalam membantu penangananan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk membantu Pakistan yang telah diamanatkan oleh Presiden Jokowi pada pelepasan bantuan kemanusiaan Indonesia di Jakarta pada 26 September 2022.

Sebelumnya, Pemerintah Pakistan mendeklarasikan permintaan bantuan kemanusiaan internasional.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved