Jurnalisme Warga
Relawan Medis Aceh di Pakistan
Bergabung dengan tim dari Kemenkes, TNI, Kepolisian RI, Universitas Andalas Sumatera Barat, dan semuanya nanti membawa nama Tim Medis Indonesia
Indonesia termasuk negara yang cepat merespons permintaan tersebut.
Sebagaimana diinformasikan bahwa banjir yang terjadi di Pakistan sejak akhir Agustus lalu memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Dilansir dari Reuters, terdapat 809.000 hektare area yang tergenang banjir, 372.823 bangunan hancur, 33 juta orang terdampak, 7,9 juta orang mengungsi, 3.641 orang luka, dan 1.700 orang meninggal dunia.
Setelah dilakukan pelepasan tim medis di Kantor BNPB, kami berangkat pada hari Jumat tanggal 7 Oktober 2022, tepatnya pukul 02.00 WIB menggunakan pesawat Garuda GA 7540 menuju Karachi, Pakistan.
Perjalanan ke Pakistan ditempuh dalam waktu sembilan jam, termasuk 1,5 jam masa transit di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang Aceh Besar, Aceh.
Hari Jumat pukul 10.00 pagi waktu Pakistan (pukul 12.00 WIB), seluruh tim medis dan pendamping tiba dengan selamat di Bandara Jinnah, Karachi Pakistan.
Baca juga: Arab Saudi Tetap Lanjutkan Bantuan ke Korban Bencana Alam, Dari Pakistan Sampai Sudan
Kami diterima dengan sangat hangat oleh pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), National Disaster Management Authority (NDMA), dan Dinas kesehatan Provinsi Sindh, Karachi, Pakistan.
Selanjutnya tim kami juga diterima secara resmi oleh pihak Konsul Jenderal RI, Bapak Dr June Kuncoro Hadiningrat di Kantor KJRI dan juga diajak bertemu dengan Kepala Pemerintahan Karachi, Chief Minister Provinsi Sindh, M Murad Ali Shah.
Mereka terlihat sangat senang dan Mr Murad menyatakan apresiasi yang tinggi atas bantuan nyata Pemerintah Indonesia dan siap berkoordinasi dan memfasilitasi dukungan bagi tim medis Indonesia dalam melaksanakan tugasnya selama berada di Pakistan.
Sejauh yang saya amati, saat ini banjir mulai surut, tetapi di beberapa wilayah masih tetap tergenang.
Banjir di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir umumnya hanya berdampak pada beberapa distrik saja di Sindh.
Namun, baru pada tahun ini lebih dari 20 distrik di Sindh terkena imbasnya.
Setelah semua persiapan logistik termasuk obat-obatan beres, pada hari Minggu, 9 Oktober 2022 tim kami bergerak ke Mirpur Khas, salah satu distrik yang terdampak banjir.
Baca juga: Korban Tewas Banjir Pakistan 1.500 Orang, Termasuk 530 Anak-Anak, Kerugian Capai Rp 447 Triliun
Waktu tempuh ke tempat tersebut adalah 4,5 jam perjalanan darat.
Tim medis Indonesia direncanakan akan bertugas di dua tempat berbeda, yaitu Mirpur Khas dan Tent City di Bin Qasim, masing- masing dua minggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-aceh-peduli-asi-dr-aslinar-spa-m-biomed.jpg)