Internasional
Arab Saudi Menuju Negara Terbuka, Dari Surga Alkohol, Bikini, hingga Perayaan Natal
Arab Saudi saat ini sedang menuju negara yang lebih terbuka untuk mencapai target visi 2023 dalam upaya mengurangi ketergantungan pada minyak
Namun di tengah upaya reformasi itu, Saudi kerap menangkap orang-orang yang melancarkan kritik terhadap kerajaan.
Baca juga: Arab Saudi Gagalkan Penyelundupan 4 Juta Pil Amfetamin
Pengamat kajian Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, mengatakan Saudi masih belum cukup moderat.
"Masih belum (moderat).
Dari aspek norma agama dan sosial Saudi menjadi lebih moderat, tetapi sisi politik masih otoritarian," kata Yon saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Agustus lalu.
Senada, pengamat hubungan internasional dari Universitas Muhammadiyah Riau, Fahmi Salsabila, mengatakan usaha untuk tampak moderat tak sejalan dengan kondisi di dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa Saudi hanya ingin dianggap terbuka terhadap dunia luar.
Namun, dalam hal kebebasan berpendapat tetap tak ada ruang barang sejengkal.
"Upaya menuju moderat tak selaras dengan kebijakan dalam negeri yang justru masih represif terhadap kritikan rakyatnya," ucap Fahmi. (CNN Indonesia)
Baca juga: Komisi HAM Arab Saudi Reformasi Diri, Fokuskan Prinsip Keadilan dan Kesetaraan
Baca juga: Angkatan Udara Arab Saudi Ikuti Latihan Perang Udara dan Pertahanan Rudal di Uni Emirat Arab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Arab-Saudi-bersorak-dalam-sebuah-konser-mus.jpg)