Opini
Jamban Sehat Mencegah Stunting
Stunting tidak hanya berkaitan dengan gangguan pertumbuhan tinggi badan, namun juga berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan organ lain
Peran multisektor Karena penyebab stunting berkaitan dengan kesehatan lingkungan, pola hidup, dan kebiasaan masyarakat, maka diperlukan kerja sama multisektor untuk menurunkan angka stunting demi masa depan bangsa dan negara yang sehat.
Beragam kementerian perlu bekerja sama secara baik, melakukan koordinasi program dengan mengesampingkan ego sektoral dalam capaian program masing-masing.
Kementerian-kementerian seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional perlu menyelaraskan program mereka hingga ke tingkat Provinsi, Daerah Kabupaten/ Kota, desa dan kedinasan lainnya.
Badan-badan keistimewaan Aceh juga harus bertanggungjawab dan turut serta dalam upaya penurunan angka stunting tersebut.
Baca juga: Wapres dan Menag Perkokoh Penyuluh Agama tentang Isu Stunting
Karena stunting berhubungan dengan perilaku dan kebiasaan masyarakat.
Majelis Adat Aceh harus turut serta mengampanyekan dan melakukan edukasi tentang perilaku, kebiasaan dan adat hidup yang sehat serta tentang pentingnya menjaga lingkungan yang sehat.
Dinas Syariat Islam harus bertanggung jawab dan karenanya terlibat dalam kampanye dan edukasi berdasarkan ajaran Islam/syariat Islam tentang jamban sehat, hidup sehat dan lingkungan sehat.
Demikian juga dengan Badan Dayah Aceh harus mengecek kesehatan lingkungan dayah dan pesantren terutama jambannya serta menjadikan isu lingkungan dan kesehatan sebagai bahan pengajian yang utama.
Perubahan perilaku menggunakan jamban sehat tidak serta merta terjadi dalam waktu singkat.
Masyarakat memerlukan edukasi, peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat, serta hak atas informasi dan layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Ini semuanya diperlukan untuk mengubah kebiasaan masyarakat.
Program berkelanjutan ini amat dibutuhkan untuk mengubah kebiasaan masyarakat.
Banyak kita saksikan, perubahan ke arah positif dalam buang air besar sembarangan seringnya hanya berlaku sementara, setelah itu kembali ke kebiasaan awal.
Dalam kesehatan air bersih, misalnya, masyarakat yang tinggal di daerah dekat dengan sumber mata air (daerah hulu) sering beranggapan BABS di aliran air tidaklah masalah.
Padahal perilaku tersebut mencemari sumber air yang dipakai secara bersama-sama oleh masyarakat di daerah yang sama dan terlebih masyarakat di hilir untuk kegiatan rumah tangga bahkan menjadikannya sumber air minum/ masak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-NORALINA-Mahasiswi-Program-Magister-Kesehatan-Masyarakat.jpg)