Opini
Sumpah Pemuda Tonggak Kebangkitan Bangsa
Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghormati jasa pahlawannya, yang didalamnya terdapat pemudapemudi yang cerdas, kreatif, kuat, taat
OLEH MUKHLIS SULAIMAN SE MM, Staf Kehumasan Disdik Aceh
BANGSA yang besar adalah bangsa yang selalu menghormati jasa pahlawannya, yang didalamnya terdapat pemudapemudi yang cerdas, kreatif, kuat, taat dan disiplin.
Kekuatan sebuah bangsa terletak di tangan para pemudanya.
Merekalah yang akan menunjukkan wajah kehormatan suatu bangsa dalam segala lini kehidupan.
Karena bagaimana pun, pemuda adalah kader bangsa yang harus terbina dengan segala bentuk pendidikan yang ada.
Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda adalah aset bangsa yang sangat mahal dan tidak ternilai harganya.
Pemuda adalah tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.
Generasi muda menjadi komponen penting yang perlu dilibatkan dalam pembangunan sebuah bangsa.
Hal ini dikarenakan generasi muda memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif dan kreatif.
Peran pemuda sangat sering dikaitkan dengan kemajuan suatu bangsa.
Di Indonesia peran pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah tidak diragukan lagi.
Hal ini sudah terjadi sejak masa perjuangan sejarah kemerdekaan bangsa ini.
Baca juga: Download Gratis! Ini 30 Link Twibbon Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022, Sebentar Lagi
Baca juga: PT PEMA Gelar Donor Darah, Peringati Hari Sumpah Pemuda, Ini Jumlah Terkumpul dan Diserahkan ke PMI
Sebagai contoh; deklarasi Sumpah Pemuda, yang merupakan salah satu bukti bahwa pemuda Indonesia memilki peran penting dalam perjuangan bangsa.
Lahirnya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan pemuda di Indonesia terutama dalam menggelorakan semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sumpah Pemuda merupakan hasil Kongres Pemuda kedua yang dirumuskan pada 28 Oktober 1928 di Batavia atau yang kini dikenal dengan Jakarta.
Peristiwa ini menjadi satu tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional bangsa Indonesia.
Kongres Pemuda kedua ini merupakan kelanjutan dari kongres pertama yang berlangsung 30 April sampai dengan 2 Mei 1926.
Kongres ini melibatkan berbagai organisasi pemuda di Hindia Belanda antara lain; Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi dan beberapa organisasi kepemudaan lainnya.
Bunyi Sumpah Pemuda yang masih diingat hingga saat ini adalah: “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia - Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia - Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat perjuangan untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Republik Indonesia.
Karena pentingnya peristiwa tersebut maka pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda yang sudah selayaknya kita kenang dan peringati.
Mengenang pidato Presiden Republik Indonesia pertama Ir Sukarno ada satu kalimat yang sampai saat ini masih sering dijadikan kalimat pemantik semangat para pemuda.
“Beri aku 10 (sepuluh) Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.
Kalimat ini memberikan gambaran bahwa betapa luar biasanya kekuatan dan peranan pemuda dalam membangun bangsa.
Oleh karena itu sebagai generasi muda harus berani menghadapi tantangan, hambatan dan ancaman baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.
Baca juga: Serambi-Disdik Aceh Gelar Lomba Mewarnai Memperingati Hari Sumpah Pemuda
Sejarah perjuangan Bangsa Indonesia telah mencatat peran penting pemuda yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang telah membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi.
Hal ini membuktikan bahwa pemuda mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaharuan dan pembangunan bangsa.
Berkaca dari sejarah yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa pergerakan kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran pemuda, salah satunya adalah peristiwa Sumpah Pemuda, yang merupakan salah satu tonggak utama kebangkitan bangsa.
Karena di situ berhimpun untuk menjadi satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Pemuda menjadi salah satu ujung tombak dan subjek penting dalam sejarah hingga perkembangan dunia sekarang.
Peranannya tidak hanya terbatas dalam organisasi- organisasi kepemudaan saja.
Hingga saat ini sering kita lihat ada beberapa pemuda yang juga sukses di berbagai bidang yang mereka tekuni, baik itu sebagai tenaga pengajar, akademisi, birokrat, pengusaha, pedagang, anggota legislatif, politisi, dan berbagai macam profesi lainnya.
Tentu fenomena tersebut menunjukkan bukti bahwa pemuda memang memiliki kekuatan yang dipercaya mampu memberi kontribusi besar dalam perkembangan dunia.
Namun yang menjadi pertanyaan kita, siapa itu pemuda; Apa mereka yang berusia 40 tahun ke bawah; Atau mereka yang berikrar di organisasi- organisasi kepemudaan saja; secara eksplisit dan jelas telah dijabarkan dalam Pasal 1 poin 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Dalam Undang- undang tersebut dijelaskan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan yang berusia di antara 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun ke bawah.
Lahirnya Undang-undang ini untuk memperkuat posisi dan kesempatan kepada setiap warga negara yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun, terutama untuk mengembangkan potensi, kapasitas, aktualisasi dan citacitanya.
Di samping itu, Undang- undang ini memberikan jaminan perlindungan dan kapasitas hukum atas eksistensi serta aktivitas kepemudaan.
Bangsa Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi negara besar, kuat, disegani dan dihormati keberadaannya serta tidak mudah goyah oleh negara lain.
Baca juga: Mahasiswa Unimal Ajak Murid SD Desa Jorong Sumbar Nonton Film Sejarah Sumpah Pemuda
Untuk menuju kearah itu maka negara harus mempersiapkan generasi muda yang berilmu, bertaqwa, berkualitas, berkarakter, jujur, berani, disiplin, cerdas, inovatif dan berbudi pekerti luhur.
Jangan sampai generasi muda kita terjerumus dalam kemaksiatan, seperti mabukmabukan, tawuran, narkoba, judi, tindak asusila dan perilaku tercela lainnya yang bisa meruntuhkan moral dan nilainilai kebangsaan, sehingga bisa menghancurkan Bangsa Indonesia itu sendiri.
Untuk menjawab semua persoalan ini, maka pemenuhan Pendidikan merupakan suatu fondasi dari berbagai peranan di atas, karena tanpa adanya pendidikan yang kuat maka, para pemuda Indonesia pastinya akan merasakan kesulitan dan kesusahan dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.
Pemuda harus memiliki semangat juang yang tinggi untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan di mata dunia, menghilangkan jiwa mudah menyerah, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa terlebih lagi semangat pemuda dalam usahanya mencapai tujuan pembangunan nasional, seperti dengan menyampaikan ide-ide pembangunan yang baru maupun keinginan untuk terjun langsung dalam pembangunan Bangsa Indonesia.
Mewarnai Aceh Sesuai dengan pemberitaan yang dirilis Harian Serambi Indonesia edisi Rabu12 Oktober 2022, bahwa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-94 ini, Serambi Indonesia bersama Dinas Pendidikan Aceh mengadakan lomba “Mewarnai Aceh”.
Lomba ini dibagi dalam dua kategori; yaitu kategori anak (usia TK sampai SD Kelas 3) dan kategori umum (di luar katagori anak).
Melalui kegiatan mewarnai ini pihak penyelenggara memberikan peluang bagi anak-anak dan masyarakat umum untuk dapat mengembangkan dan menyalurkan bakat seninya, mencurahkan ide-ide kreatifnya serta bebas berekspresi sehingga dengan demikian para peserta dapat membangkitkan semangat dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda.
Penulis menilai bahwa kegiatan “Mewarnai Aceh” ini adalah sebagai salah satu upaya dalam menumbuhkan rasa cinta anak dan generasi muda terhadap bangsa, meningkatkan analisis visual dan kepercayaan diri, berlatih memecahkan masalah secara kreatif, menumbuhkan bakat seni dan kreativitas anak bangsa serta dapat melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif dan berjiwa patriot.
Materi lomba mewarnai ini dirilis koran Harian Serambi Indonesia edisi Sumpah Pemuda pada Tanggal 21-22 Oktober 2022.
(Syarat dan ketentuan lomba berlaku). Selamat mengikuti lomba, ayo salurkan bakat seni dan ekspresi kalian dalam meraih kemenangan.
Selamat Hari Sumpah Pemuda! (mukhlisparu79@ gmail.com)
Baca juga: Peserta Vaksinasi Massal Hari Sumpah Pemuda Membeludak
Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Garda Pemuda NasDem Aceh Gelar Donor Darah