Breaking News

Internasional

Iran Eksekusi Dua Pria, Dituduh Membunuh Empat Polisi Perbatasan Pada 2016

Iran mengeksekusi dua pria karena membunuh empat petugas polisi pada 2016 di wilayah yang dilanda gelombang kekerasan pada September 2022.

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang demonstran menurunkan bendera Iran di halaman Kedutaan Besar Iran di Bern, Swiss, Sabtu (1/10/2022) 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Iran mengeksekusi dua pria karena membunuh empat petugas polisi pada 2016 di wilayah yang dilanda gelombang kekerasan pada September 2022.

"Dua anggota kelompok teroris Jaish al-Adl atau Tentara Keadilan, Rashid Baluch dan Eshaq Askani, telah dieksekusi di penjara Zahedan," situs pengadilan Mizan Online melaporkan, Rabu (9/11/2022).

Jaish al-Adl dibentuk pada 2012 oleh mantan anggota organisasi Muslim Sunni yang memimpin pemberontakan berdarah di Sistan-Baluchistan, perbatasan Iran dengan Pakistan.

Kedua pria itu dinyatakan bersalah membunuh empat polisi penjaga perbatasan dan melukai beberapa petugas pada 2016 di provinsi tenggara yang miskin, kata Mizan Online.

Puluhan orang, termasuk enam anggota pasukan keamanan tewas dalam bentrokan yang pecah di Zahedan setelah shalat Jumat pada 30 September 2022, kata pihak berwenang.

Outlet media Iran melaporkan Jaish al-Adl mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kantor polisi selama kekerasan tersebut.

Baca juga: Iran Eksekusi Tiga Wanita, Semuanya Membunuh Suami Masing-Masing

Namun seorang pemimpin berpengaruh minoritas Sunni Sistan-Baluchistan, ulama Molavi Abdol Hamid, menolak keterlibatan Jaish al-Adl atau kelompok lain dalam kekerasan tersebut.

Setelah penyelidikan atas permintaan Presiden Iran Ebrahim Raisi, pihak berwenang memecat dua pejabat keamanan senior di wilayah tersebut, termasuk kepala polisi Zahedan.

Pertumpahan darah di Zahedan terjadi dua minggu setelah kerusuhan nasional meletus atas kematian Mahsa Amini (22).

Menurut kelompok hak asasi yang berbasis di London, Amnesty International, Iran menjadi yang kedua setelah China dalam penggunaan hukuman mati.

Dimana, setidaknya 314 orang telah dieksekusi pada 2021 lalu.(*)

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Junta Militer Myanmar, Eksekusi Empat Aktivis Pro-Demokrasi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved