Breaking News:

Berita Pidie

Serambi dan Unigha Teken Kerjasama, Pemred Serambi Isi Kuliah Umum

Harian Serambi Indonesia melakukan penandatanganan kerjasama dengan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie, di Gedung Leuguna Unigha Gle Gapui

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Dari kiri ke kanan: Dr. Amirzan, M.Pd. Warek 3, Rektor Unigha Prof Dr Bansu I Ansari MPd, Wakil Pemimpin Hr Serambi Indonesia Firdaus Darwis dan Pemimpin Redaksi Hr Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur saat penandatangan MoU di Gedung Leuguna, Universitas Jabal Ghafur Sigli, Sabtu (12/11/2022). 

SIGLI - Harian Serambi Indonesia melakukan penandatanganan kerjasama dengan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie, di Gedung Leuguna Unigha Gle Gapui, Sabtu (12/11/2022).

Penandatanganan itu dilakukan Wakil Pimpinan Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Firdaus Darwis, didampingi Pemimpin Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur dan Rektor Unigha Sigli, Prof Dr BI Ansari MPd.

Turut hadir Wakil Rektor III, Dr Amirzan MPd dan Wakil Rektor I, Dr Rahmi Agustina SSi MPd.

Rektor Unigha Sigli, Prof BI Ansari, dalam sambutannya antara lain, mengatakan, penandatangan kerjasama dengan Harian Serambi Indonesia, salah satu untuk memajukan kembali Unigha.

Menurutnya, seiring dengan perjalanan waktu, kemajuan Unigha telah terjadi padang surut.

Unigha pernah jaya pada era Bupati Pidie, Nurdin Abdurrahman, yang menggagas kampus itu berdiri di Pidie.

Pada masa itu, Unigha tidak saja terkenal di Aceh, tapi juga populer di luar Aceh.

Banyak lulusan Unigha saat itu yang terkenal.

"Saya masih ingat Pak Muharram abang kandung Pemred Harian Serambi Indonesia menjadi dosen di Unigha.

Pak Muharram sering menjadi khatib di Masjid Pancasila Unigha.

Kemudian beliau berkiprah jadi wartawan Harian Serambi Indonesia dengan jabatan Kepala Biro Serambi Sigli," jelasnya di depan sekitar 400 mahasiswa di Gedung Leuguna Unigha Gle Gapui, kemarin.

Baca juga: Dosen Unigha Rakit Pemipih Melinjo untuk Ibu-ibu, Alat Sederhana Tingkatkan Produksi Kerupuk Mulieng

Baca juga: Kampus Luar Negeri Ikut Seminar di Unigha

Ia menyebutkan, saat konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia sangat berdampak kepada proses belajar mengajar di Unigha.

Sebab, proses perkuliahan harus kembali ke Kota Sigli, dengan menyewa toko.

Kapasitas toko yang kecil tidak memuat mahasiswa mengikuti proses perkuliahan, yang saat itu sekitar 7.000 mahasiwa Unigha.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved