Kupi Beungoh
Hilaluna, Remaja Kreatif, Manis, dan Punya Usaha
Kawasan Jalan Prof Ali Hasyimi ini memang dianggap lebih menarik dan strategis sebagai base campnya dagangan online Kota Banda Aceh.
Oleh: Said Akram*)
ANAK pertama, saya beri nama Hilaluna Merashky, baru saja wisuda tepatnya baru minggu lalu.
Endingnya bagus, masuk barisan pujian cumlaude pada Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala (F MIPA USK), Banda Aceh.
Bawaannya slow aja, tapi kuat pendiriannya.
Ia lahir pada tahun 2000 dengan Shio Naga Emas, rajanya shio menurut kitab endatu negeri Shaolin itu.
Di saat ibunya kerja pada salah satu bank Temasek punya barang, waktu itu Hilaluna masih kecil tapi rajin dan banyak bertanya tentang apa yang dilihat di sekitarnya.
Waktu berlaju cepat, Hilaluna tumbuh remaja, ibunya pamit dari perbankan, sebab musabab hal waktu yang terikat ketat hingga hanya tersisa sedikit saja untuk Hilaluna beserta dua adiknya yang masih dalam belaian kasih sayang sang bunda.
Ibunya Hilaluna ini, alias istri saya, beralih kerja ke usaha dagang pakaian perempuan.
Kinara Fashion nama tokonya.
Ayahnya Hilaluna, yaitu saya adalah seniman.
Ada yang ucap seniwen, tapi tak apa sebab mereka tau Akrami yang merupakan nama akhir saya, telah menjadi ikon warna baru dalam percaturan kaligrafi Indonesia, dan diterima namun terasa belum jadi legenda.
Tapi jangan khawatir, mohon tunggu saja.
Baca juga: Mengenal Said Akram, Maestro Kaligrafi Kontemporer Asal Aceh yang Karyanya Mendunia
Baca juga: Mengupas Prestasi Kaligrafi di Ajang MTQ - 30 Menit Bersama Tokoh
Baca juga: Aceh dan Kaligrafi
Hilaluna rajin dan tampak terus bahagia walau dalam diamnya.
Saban hari tak buang waktu, pulang sekolah bantu-bantu ibunya.
Penuh rasa sayang juga untuk dua adiknya, Nibrassina dan Humaira yang cantik serta manis bagai bulan di malam hari, seperti makna dari nama kakaknya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/syarifah-hilaluna-merashky.jpg)