Breaking News:

Berita Pidie

Warga Batee Syok! Lahan Mereka Tiba-tiba Sudah Dipatok Perusahaan Luar Aceh, Kini Adu Nasib di DPRK

Warga Meunasah Kareung, Kecamatan Batee, Pidie mengaku syok lahan mereka tiba-tiba sudah dipatok dan diduga diserobot perusahaan dari luar Aceh.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Warga melaporkan lahan di perbukitan Kareung, Kecamatan Batee, Pidie, Senin (14/11/2022), telah diserobot perusahaan luar Aceh. 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Warga Gampong Meunasah Kareung, Kecamatan Batee, Pidie mengaku syok lahan mereka tiba-tiba sudah dipatok dan diduga diserobot perusahaan dari luar Aceh.

Saat ini, perusahaan tersebut diduga bahkan telah memasang patok tanpa diketahui pemilik lahan. 

"Adanya sekitar 1,3 hektare lahan telah dipasang patok berwarna merah bertulisan ' MPI 39' dari singkatan Mas Putih Indonesia (MPI)," kata Abdullah Usman (74), warga Gampong Meunasah Kareung, Kecamatan Batee kepada Serambinews.com, Senin (14/11/2022).

Menurut Abdullah, dirinya harus mengundurkan diri dari Tuha Peut gampong saat terus didesak untuk menyetujui pembebasan lahan sebagai area tambang batu kapur.

Setelah dirinya mundur dari aparatur gampong, langkah itu kemudian diikuti beberapa aparatur gampong lainnya. 

Ia menyebutkan, total lahan sekitar 217 hektare, di kawasan perbukitan Kareung yang akan dikelola PT Mas Putih Indonesia, untuk menjadi bahan baku semen dan keramik. 

Baca juga: Hakim PN Sigli Bebaskan Tiga Lansia, Tak Terbukti Palsukan Dokumen Sehingga Serobot Lahan Sawah

"Lahan perkebunan itu sebagai sumber rezeki bagi kami untuk biaya pendidikan anak," ujarnya. 

Usman Husen (84), warga lainnya kepada Serambinews.com, Senin (14/11/2022), menyebutkan, lahan miliknya diduga diserobot  PT Mas Putih Indonesia sekitar 3 hektare.

Ia mengaku tidak menerima uang ganti rugi tanah miliknya dari pihak manapun.

Kata Usman, tanah miliknya tidak pernah dibeli dan pembeli tidak pernah meminta pada dirinya, tapi tiba-tiba tanah miliknya telah dipatok tanpa sepengetahuannya. 

"Setelah dipatok, tanah tersebut diklaim milik mereka," jelasnya.

Ia mengatakan, tanah miliknya yang telah dipatok oleh PT Mas Putih Indonesia harus dikembalikan kepada dirinya. 

Baca juga: PT PAAL Polisikan Oknum Anggota DPRK Aceh Barat, Diduga Serobot & Garap Lahan HGU Seluas 10 Hektare

"Perlu diketahui tanah itu harus dibeli dengan harga yang sesuai. Kalau dibeli dengan harga tidak sesuai, saya menolak untuk menjual tanah," tegas dia. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved