Breaking News:

Kedelai

Dinas Pangan Aceh Subsidi Ongkos Angkut Kedelai untuk Bantu Pelaku Usaha Tahu dan Tempe di Aceh

Dampak dari kenaikan harga jual kedelai di dalam negeri yang sudah mencapai Rp 14.500/Kg, ungkap Ketua Puskopti Aceh, Tansri Jauhari, banyak pelaku us

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Untuk membantu pelaku usaha tahu dan tempe di Aceh, Dinas Pangan Aceh, mulai minggu ketiga November 2022 memberikan ongkos subsidi kedelai, bagi pelaku usaha tahu dan tempe. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Untuk membantu pelaku usaha tahu dan tempe di Aceh, Dinas Pangan Aceh, mulai minggu ketiga November 2022 memberikan ongkos subsidi kedelai, bagi pelaku usaha tahu dan tempe.

“Ongkos angkut kedelai yang diberikan Dinas Pangan Aceh, sangat membantu mengurangi biaya transpor,” Kata Ketua Puskopti Aceh Tansri Jauhari kepada Serambinews.com, Minggu (20/11) di Banda Aceh.

Dampak dari kenaikan harga jual kedelai di dalam negeri yang sudah mencapai Rp 14.500/Kg, ungkap Ketua Puskopti Aceh, Tansri Jauhari, banyak pelaku usaha tahu dan tempe, harus menurunkan produksi dan mengurangi ukuran produknya.

Bahkan ada beberapa produsen tahu dan tempe, harus menyetop sementara kegiatan usaha tahu, karena harga bahan bakunya, kacang kedelai, sudah berada di atas harga ekonomis.

Harga Kacang Kedelai Mahal, Produksi Tahu dan Tempe Turun

Harga ekonomis kacang kedelai untuk produk tahu dan tempe itu, di bawah Rp 10.000/Kg. Sekarang harganya sudah mencapai Rp 14.500/Kg.

Pemerintah memberikan subsidi harga kedelai Rp 1.000/Kg, harga beli kedelai turun menjadi Rp 13.500/Kg.

“Tapi harga beli kedelai Rp 13.500/Kg itu, belum ekonomis untuk dijadikan produk tahu dan tempe. Karena menurut penjelasan para pelaku usaha tahu dan tempe kepada kami, untungnya sudah sangat tipis,” ujar Tanstri Jauhari.

Sebagai pengurus Puskopti Aceh, kata Tansri Jauhari, pihaknya harus mencari cara, bagaimana pelaku usaha tempe dan tahu di Aceh, jangan ada yang tutup atu stop operasi produksi akibat kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku untuk pembuatan tahu dan tempe.

Salah satu caranya, ungkap Tanstri Jauhari, pihaknya mengajukan permohonan ongkos angkut bahan baku tahu dan tempe, yaitu kacang kedelai kepada Dinas Pangan Aceh.

Bukan Digoreng! dr Zaidul Akbar Ungkap 4 Cara Sehat Konsumsi Tempe bagi Tubuh, Baik untuk Pencernaan

Usulan Puskopti Aceh, kata Tanstri Jauhari, dikabulkankan Dinas Pangan Aceh. Pelaku usaha tempe dan tahu yang menebus kacang kedelai dari Puskopti Aceh, ongkos pengiriman barangnya dari gudang ke tempat usahanya, disubsidi Dinas Pangan Aceh.

Misalnya ada pelaku usaha tahu dan tempe di Calang, Meulaboh, Abdya dan lainnya, menebus kedelai yang sudah disubsidi pemerintah Rp 1.000/Kg, dari harga belinya Rp 14.500/Kg, ia akan diberikan subsidi ongkos angkut lagi dari Gudang kedelai ke lokasi usahanya di Jantho, Calang, Meulaboh, Abdya dan daerah lainnya.

Kebijakan yang sama juga berlaku untuk pelaku usaha tempe dan tahu yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Misalnya, ia mengambil kacang ke delai yang sudah di tebusnya di Puskopti Aceh, di Gudang Penyalur Kedelai di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar dan kedelainya itu akan diangkut ke Setui.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved