Berita Aceh Utara
TA Khalid dan BPDPKS Sosialisasi Replanting Sawit Rakyat di Aceh Utara
Komisi IV DPR RI siap membantu dan mengadvokasi usulan peremajaan sawit rakyat atau PSR yang diusulkan petani
Saat ini, dari total 16,38 juta Ha luasan kebun kelapa sawit nasional, kebun milik rakyat memainkan peran penting dengan menyumbang 42 persen total luasan atau 6,94 Juta Ha dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui usaha perkebunan bagi total 2,6 juta pekebun rakyat.
Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono yang hadir secara online mengatakan peningkatan perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat cepat dimana saat ini luasnya sudah mencapai 16,38 hektare.
Selama 17 tahun terakhir, Indonesia adalah negara penghasil kelala sawit terbesar dunia.
Baca juga: Kala Putri Candrawathi Minta Dirawat Dokter Pribadi, Hakim Jawab Begini
Dia mengatakan dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, aktivitas kita tidak bisa terlepas dari kelapa sawit seperti sabun mandi yang digunakan, pasta gigi, kosmetik, minyak goreng, pangan hingga obat-obatan yang selalu mengandung kelapa sawit.
Dosen Universitas Syiah Kuala Drh. Azhar Mahmud, MSc mengatakan sejak lama sudah diminta kepada pemerintah untuk membuat proses administrasi dan birokrasi peremajaan sawit rakyat dengan efektif dan mudah.
"Saat ini sudah lebih dari 50 % birokasi replanting dipangkas. Kita ingin prosesnya simple," katanya.
Selain replanting, penting untuk diserap oleh petani kelapa sawit adalah sarana dan prasarananya dengan maksimal.
Sebab, anggaran sarana dan prasarana kelapa sawit dari BPDPKS sangat besar.
"Sayang kalau tidak diserap," ujarnya.
Baca juga: VIDEO Pj Gubernur Aceh Respon Laporan TA Khalid Terkait Penanganan Banjir Aceh Utara