Breaking News:

Internasional

Pasukan Kurdi Akan Halau Invasi Darat Pasukan Turkiye, Sudah Bersiap Sejak 2019

Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi di Suriah timurlaut menegaskan siap menghalau invasi darat pasukan Turkiye.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pemimpin Pasukan Oposisi Suriah (SDF), Mazloum Abdi 

SERAMBINEWS.COM, DAMASKUS - Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi di Suriah timurlaut menegaskan siap menghalau invasi darat pasukan Turkiye.

Kepala SDF Mazloum Abdi kepada The Associated Press (AP), Kamis (24/11/2022) mengatakan telah mempersiapkan serangan serupa lainnya sejak Turkiye melancarkan serangan darat pada 2019.

“Kami percaya telah mencapai tingkat di mana dapat menggagalkan serangan darat baru Turkiye," katanya.

"Setidaknya, Turkiye tidak akan dapat menduduki lebih banyak wilayah dan akan terjadi pertempuran besar,” tambahnya.

Dia menambahkan jika Turkiye menyerang wilayah manapun, maka perang akan menyebar ke semua wilayah dan akan ada jatuh korban.

Menyusul serangan udara akhir pekan, para pejabat Turki mengatakan militan Kurdi menembakkan roket melintasi perbatasan Suriah ke Turkiye pada Senin (21/11/2022).

Serangan udara itu menewaskan dua orang dan melukai 10 lainnya.

Baca juga: Turkiye Lancarkan Serangan Udara ke Militan Kurdi di Suriah dan Irak, Balas Serangan Bom Istanbul

Abdi membantah SDF menyerang di dalam wilayah Turkiye.

Utusan presiden Rusia di Suriah Alexander Lavrentyev telah meminta Turkiye menahan diri untuk mencegah eskalasi di Suriah.

Dia menyatakan harapan untuk meyakinkan mitra Turki untuk menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan di wilayah Suriah.

Mazloum meminta Moskow dan Damaskus, serta koalisi pimpinan AS yang berperang melawan kelompok ISIS di Suriah, yang bersekutu dengan Kurdi untuk mengambil sikap lebih kuat.

Sehingga, katanya, akan dapat mencegah invasi darat Turki.

Dia memperingatkan serangan Turkiye akan membahayakan upaya memerangi kebangkitan ISIS.

Baca juga: Pasukan Kurdi Dukungan AS di Suriah Hentikan Kekejaman di Kamp ISIS, 44 Orang Telah Tewas

“Kami dapat mengatakan pekerjaan kami melawan ISIS dengan koalisi internasional telah berhenti, karena kami disibukkan dengan serangan Turki,” katanya.

“Koordinasi dan kerja sama kami dengan Rusia di lapangan juga terpengaruh oleh serangan Turki,” tambahnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved