Breaking News:

Berita Nagan Raya

Sopir Mopen Mengeluh, Antrean Solar Subsidi Diramaikan Panther di SPBU di Nagan Raya & Aceh Barat

"Kami sopir mobil penumpang menggunakan pelat kuning sangat mengeluh kondisi antrean. Kami berharap bisa mendapat prioritas," ujar Baharuddin...

Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ SENI HENDRI
Antrean BBM di SPBU Paya Undan, Nagan Raya, pekan lalu. 

"Kami sopir mobil penumpang menggunakan pelat kuning sangat mengeluh kondisi antrean. Kami berharap bisa mendapat prioritas," ujar Baharuddin, sopir asal Nagan Raya, Sabtu (26/11/2022).

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Sejumlah sopir angkutan umum dan angkutan penumpang menyampaikan keluhan di Nagan Raya dan Aceh Barat.

Sebab, hampir semua SPBU di dua kabupaten bertetangga itu diramaikan dengannya banyaknya kendaraan pribadi jenis Panther yang antrean mengisi BBM solar subsidi.

Beberapa di antara kendaraan Panther terlihat mencurigakan dengan kondisi pelat hitam atau nomor polisi yang terlihat kurang standar.

Beberapa warga di Nagan Raya dan Aceh Barat berharap, adanya pemeriksaan terhadap mobil tersebut, termasuk kelengkapan STNK.

"Kami sopir mobil penumpang menggunakan pelat kuning sangat mengeluh kondisi antrean. Kami berharap bisa mendapat prioritas," ujar Baharuddin, sopir asal Nagan Raya, Sabtu (26/11/2022).

Sopir itu mengaku, sulit mendapat BBM solar subsidi bukan saja dialami di Nagan Raya.

Akan tetapi, ketika mereka dalam perjalanan ke Banda Aceh melintasi Aceh Barat.

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok Aman, SPBU Disanksi Jika Jual BBM Tak Tepat Sasaran

"Ketika melintasi di Aceh Barat kita juga sangat sulit mendapat BBM solar subsidi. Banyak sekali mobil pribadi Panther yang antrean," katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Aceh dalam keadaan aman dan tersedia. 

Hal itu dikatakan Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tengku Muhammad Rum dalam keterangan tertulis kepada Serambinews.com, Jumat (25/11/2022) ,menanggapi berita kelangkaan solar di Nagan Raya dan Aceh Barat.

Pertamina juga menyatakan, sehubungan dengan berbagai upaya dari aparat penegak hukum dan stakeholder terkait dalam menertibkan oknum/pihak penyalahguna BBM subsidi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan terima kasih dan apresiasi setingginya atas upaya yang telah dilakukan. 

"Kami berharap kepada masyarakat untuk dapat membeli BBM sesuai dengan peruntukan dan spesifikasi kendaraannya. Sehingga, BBM subsidi dapat diakses oleh masyarakat yang benar-benar berhak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.

Selain sanksi pidana, Pertamina telah mengatur sanksi bagi lembaga penyalur yang terbukti menjual/menyalahgunakan BBM bersubsidi dengan tidak tepat sasaran, yaitu berupa skorsing pemberhentian penyaluran produk subsidi sesuai dengan rentang waktu tertentu hingga pemutusan kerjasama.

"Agar dipahami bersama bahwa BBM bersubsidi telah diatur pula dalam Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014, bahwa kendaraan yang tidak berhak menerima BBM Subsidi adalah Kendaraan dengan roda lebih dari 6, kendaraan pengangkut hasil pertambangan (batu, pasir, tanah dan tambang lainnya) dan perkebunan. Selain itu, kendaraan dinas BUMN, BUMD, kendaraan dinas pemerintah (kecuali ambulance, mobil jenazah, pemadam kebakaran, pengangkut sampah) dan kendaraan alat berat," tutup Rum. 

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi seputar produk dan berbagai layanan dari Pertamina, dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center (PCC) di nomor 135 atau melalui website MyPertamina dan www.pertamina.com

Saat ini program pendaftaran program subsidi tepat masih terbuka, bagi masyarakat yang berhak untuk memperoleh BBM subsidi.(*)

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi BBM di Aceh Aman, Tanggapi Soal Kelangkaan di Nagan Raya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved