Breaking News:

Berita Nagan Raya

4 Tahun Buron, Terpidana Kasus BBM Subsidi untuk Tambang Emas Ilegal di Nagan Raya Ditangkap Jaksa

Sayuti merupakan terpidana kasus BBM subsidi yang buron atau masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO sejak 2018. 

Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Kejari Nagan Raya
Tim Tabur Kejari Nagan Raya menangkap dan melakukan eksekusi seorang terpidana kasus BBM subsidi ke Lapas Meulaboh, Senin (28/11/2022) 

Sayuti merupakan terpidana kasus BBM subsidi yang buron atau masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO sejak 2018. 

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Tim tangkap buronan (tabur) Kejati Aceh dan Kejari Nagan Raya menangkap Sayuti (46), warga Nagan Raya, Senin (28/11/2022). 

Sayuti merupakan terpidana kasus BBM subsidi yang buron atau masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO sejak 2018. 

Sayuti ditangkap tim Tabur di kediamannya kawasan Kecamatan Beutong, Nagan Raya, setelah kejaksaan mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di kediamannya itu. 

Selama ini, Sayuti melarikan diri atau kabur sejak akan dieksekusi oleh jaksa pada tahun 2018. 

Sayuti dalam putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) divonis 4 bulan penjara, denda Rp 2 miliar atau bisa diganti kurungan tambahan (subsider) 1 bulan kurungan.

Baca juga: Sopir Antarkan Kendaraan ke SPBU Saat Subuh, Untuk Antrean BBM Subsidi di Nagan Raya

Sebelumnya, Sayuti divonis dalam putusan banding oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh dan sebelumnya lagi divonis tingkat pertama oleh majelis hakim PN Meulaboh (tahun 2018 sidang kasus wilayan Nagan Raya PN masih di PN Meulaboh).

Informasi dari Kajari Nagan Raya, Muib SH MH didampingi Kasi Pidum, R Bayu Ferdian SH MH kepada Serambinews.com, menjelaskan, penangkapan Sayuti setelah pihaknya mendapat kabar bahwa terpidana berada di Beutong. 

"Lalu tim Tabur Kejati dan Kejari menuju ke lokasi dan menangkap terpidana,' kata Kajari Muib.

Dijelaskan, Sayuti ditangkap karena sudah 3 kali tidak memenuhi panggilan JPU guna dieksekusi kasus tersebut pada tahun 2018 lalu. Terpidana malah kabur, sehingga ditetapkan dalam DPO. 

"Penangkapan yang dilakukan guna menjalani proses hukum sesuai putusan kasasi MA," katanya.

Baca juga: Krisis BBM Subsidi Semakin Parah di Nagan dan Aceh Barat, DPRA Diminta Panggil Pertamina

Dijeblos ke Lapas

Setelah ditangkap, Sayuti dibawa ke Kejari Nagan Raya guna menjalani pemeriksaan. Lalu setelah diperiksa, Sayuti yang status terpidana itu dibawa ke Lapas Kelas IIB Meulaboh, Aceh Barat, guna menjalani hukuman sesuai putusan MA.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved