Opini

Mengapa Mencintai Ulama

Kepergian para ulama di Aceh menghadap Sang Khalik selalu meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat hingga tersebar masif di dunia maya

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr TEUKU ZULKHAIRI MA, Sekjend Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh 

OLEH Dr TEUKU ZULKHAIRI MA, Sekjend Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh

DALAM sejumlah diskusi saya menyimak kritikan-kritikan kepada ulama Aceh.

Pada intinya sebagian orang barang kali tidak memahami mengapa masyarakat Aceh begitu mencintai para ulama.

Jadi melalui artikel ini penulis terpanggil untuk memberikan sedikit gambaran tentang kiprah ulama di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat dipahami mengapa ada hubungan batin yang begitu akrab antara masyarakat Aceh dan para ulama.

Bahkan, kepergian para ulama di Aceh menghadap Sang Khalik selalu meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat hingga tersebar masif di dunia maya.

Seperti kabar wafatnya Abu Tumin.

Hingga menjelang dimakamkan, jenazah ulama yang memiliki nama asli Abu H Muhammad Amin ini dishalatkan belasan kali oleh jamaah berbeda yang datang entah dari mana saja.

Bukan saja dalam masjid yang full, tapi seluruh kompleks dayah dan luar dayah berdesak-desakan.

Dari pemandangan ini, jelas sekali bahwa betapa ada rasa kehilangan yang mendalam bagi masyarakat Aceh dengan “kepergian” Abu Tumin.

Ada rasa yang begitu besar masyarakat Aceh kepada ulama.

Tidak semua kasus kematian tokoh-tokoh di Aceh dihadiri oleh masyarakat secara membludak.

Tapi di setiap peristiwa pilu meninggalkan seorang ulama, bahkan juga jika yang meninggal adalah istri sang ulama-seperti saat menanggalnya almarhumah istri Abu Kuta Krueng, maka masyarakat Aceh hadir membludak hingga hari ke tujuh.

Sebelumnya, ketika meninggalnya Abu Lueng Angen di Aceh Utara, kita juga dapat menyaksikan kehadiran jamaah yang membludak ke rumah duka sampai hari ke tujuh.

Baca juga: Buka Kegiatan Eksistensi Ulama, Bakri Siddiq Berharap Lahirnya Konsep Pembangunan Syariah

Baca juga: Sosok Abu Keune Sebagai Ulama Kharismatik di Mata Pemkab Pidie

Begitu juga dalam peristiwa meninggalnya ulama-ulama Aceh lainnya seperti saat meninggalnya almarhum Abu Panton, Waled Marhaban Bakongan, Abu Paloh Gadeng, Abu Hanafi Matangkeh, Abu Daud Zamzani, Abon Seulimum dan sebagainya.

Pertanyaan sekarang adalah, “mengapa masyarakat Aceh begitu mencintai para ulamanya”.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved