Selasa, 12 Mei 2026

Opini

Peran Perempuan Dalam Politik

Keseimbangan hidup seorang Adam, manusia pertama yang diciptakan Allah swt terlihat lebih solid dan tangguh dengan dihadirkan perempuan bernama Hawa

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MISMARUDDIN SOFYAN,  Mahasiswa Pemikiran Politik Islam IAIN Langsa dan Wasekwil Partai Bulan Bintang Aceh 

Perempuan memainkan peranan politik yang sangat piawai di masa Rasulullah saw.

Pada periode ini mulai terlihat peran perempuan dalam politik menjadi aktivitas penting.

Peran wanita di zaman Rasulullah di samping memberi motivasi kepada suami untuk berjuang mencapai kemenangan selain itu juga perempuan di saat itu juga mengambil bagian dalam peran politis guna menegakkan kalimat-kalimat Allah, dengan melakukan dakwah Islam, ikut berhijrah bersama Nabi, melakukan baiat kepada Nabi saw, dan ikut serta dalam peperangan bersama- sama kaum laki-laki.

Islam sangat mengistimewakan kaum perempuan.

Salah satu rukun dalam ibadah haji adalah penghormatan kepada perjuangan seorang perempuan.

Tegaknya suatu negara tidak terlepas dari peran perempuan sehingga ada ungkapan bahwa peran perempuan sangat berdekatan dengan kesuksesan.

Sehingga membuktikan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik di masa tersebut menjadikan ghirah politik lebih bermartabat.

Peran wanita dalam merebut kemerdekaan Indonesia sangat besar.

Banyaknya wanita yang diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

Para perempuan pejuang dengan strategi politiknya berjuang di masa penjajahan VOC, pemerintahan Hindia Belanda, hingga ketika perang revolusi mempertahankan kemerdekaan.

Salah seorang dari banyaknya pejuang perempuan wilayah di Indonesia, adalah pejuang wanita dari Aceh.

Baca juga: Anggota DPRK Banda Aceh Musriadi Desak Pemko Segera Usul Qanun Perlindungan Anak dan Perempuan 

Laksamana Malahayati merupakan salah satu pahlawan wanita dari Aceh, dan merupakan Laksamana perempuan pertama di dunia.

Selain pahlawan wanita lainnya dari luar maupun di dalam Aceh.

Seorang perempuan bernama Malahayati menorehkan tinta emas dalam sebuah perang di Selat Malaka tepatnya di Teluk Haru.

Perang antara kesultanan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Raiyat Syah dengan armada pasukan Portugis.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved