Sabtu, 9 Mei 2026

Pemilu 2024

Dukungan untuk Partai Aceh Semakin Menurun

Dukungan masyarakat terhadap Partai Aceh (PA) selaku partai lokal terbesar dan berkuasa di DPRA semakin menurun

Tayang:
Editor: bakri
IST
Direktur e-TRUST, Dr Nasrul Zaman (kiri) dalam Program Podcast Bincang Politik di Studio Serambi On TV, Selasa (13/12/2022). Acara dipandu host, Yocerizal, Wartawan Harian Serambi Indonesia. 

BANDA ACEH - Dukungan masyarakat terhadap Partai Aceh (PA) selaku partai lokal terbesar dan berkuasa di DPRA semakin menurun.

Hal itu terlihat dari hasil survei prevalensi politik masyarakat Aceh yang dilakukan Lembaga e-TRUST melalui Program DISIPADA atau Digitalisasi Sistem Informasi Pemilu dan Pilkada.

“Partai Aceh selaku partai lokal yang berkuasa di parlemen, selama beberapa kali pemilu tren dukungan masyarakatnya terus menurun.

Dan berdasarkan hasil survei kita kemarin, dukungan terhadap Partai Aceh ke depan bakal semakin menurun,” ungkap Direktur e-TRUST, Dr Nasrul Zaman.

Hal itu dia paparkan dalam Program Podcast Bincang Politik di Studio Serambi On TV, Selasa (13/12/2022) yang mengangkat tema ‘Menakar Peluang Partai Lokal di Pemilu 2024'.

Acara dipandu host, Yocerizal, Wartawan Harian Serambi Indonesia.

Nasrul Zaman menyebutkan, hasil survei menunjukkan bahwa pada pertanyaan terbuka tentang partai yang disukai (dapat menuliskan partai nasional atau partai lokal), maka yang paling disukai adalah Partai Demokrat sejumlah 19,47 persen, diikuti PKS 12 persen, NasDem 10,85 persen, Partai Aceh 6,82 persen, dan Golkar 6,33 persen, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 30,9 persen.

“Di sini terlihat bahwa Partai Aceh merupakan satu-satunya partai lokal yang mendapat pilihan signifikan.

Tetapi angkanya kecil sekali, kalah dari partai nasional,” sebut Nasrul Zaman.

“Dari yang memilih Partai Aceh itu, dukungan dari kalangan milenial hanya sebesar 8 persen, kelompok dewasa 2 persen, dan kaum lansia 6 persen,” tambahnya.

Meski demikian, di antara partai lokal yang ada di Aceh, Nasrul Zaman menyebutkan PA tetap yang paling banyak mendapat dukungan masyarakat, yaitu mencapai 57,5 persen, PNA 25,3 persen, SIRA 5,4 persen, PDA 4,3 persen, PAS 4 persen, dan tidak menjawab 0,4 persen.

“Di antara semua partai politik lokal, PA masih mendominasi.

Baca juga: PN Meureudu Tolak Eksepsi Partai Aceh

Baca juga: Jubir Partai Aceh: Kami Sangat Keberatan

Tetapi dibandingkan dengan partai nasional, maka Partai Aceh dominasinya sangat terbatas,” ujarnya.

Oleh karena itu, Nasrul Zaman memperkirakan, jika tidak ada upaya berarti yang dilakukan, jumlah kursi yang diraih PA di DPRA pada Pemilu 2024 nanti kemungkinan akan turun lagi di kisaran 13-15 kursi, dari yang ada saat ini 18 kursi.

Nasrul Zaman menilai perlu ada upaya serius dari Partai Aceh untuk melakukan pembenahan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved