Internasional

Warga Bannu Mulai Ketakutan, Taliban Sandera Petugas dan Kuasai Kantor Kontraterorisme Pakistan

Warga Kota Bannu, baratlaut Pakistan mulai ketakutan atas serangan kelompok Taliban ke Pusat Kontraterorisme dan menguasai kantor tersebut pada Senin

Editor: M Nur Pakar
AP
Petugas keamanan berjaga di jalan yang diblokir menuju pusat kontra-terorisme di mana beberapa tahanan Taliban Pakistan menyandera petugas polisi dan lainnya di dalam kompleks. 

SERAMBINEWS.COM, BANNU - Warga Kota Bannu, baratlaut Pakistan mulai ketakutan atas serangan kelompok Taliban ke Pusat Kontraterorisme dan menguasai kantor tersebut pada Senin (19/12/2022) malam.

Ketegangan terus memuncak di kota Bannu, telah hampir 24 jam setelah Taliban Pakistan mengalahkan penjaga di kantor tersebut.

Saat kebuntuan berlanjut, juru bicara pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa mengatakan pihak berwenang telah membuka pembicaraan dengan militan yang menahan beberapa sandera di dalam penjara.

Kantor pusat berada di kanton, atau pangkalan militer permanen Angkatan Darat Pakistan.

Polisi sipil dan militer berjaga di sana dengan mengatakan media tidak diizinkan masuk.

Jalanan di luar pangkalan sepi, tanpa orang atau kendaraan bergerak sejauh mata memandang, seperti dilansir Arab News, Selasa (20/12/2022).

Baca juga: Polisi Pakistan Masih Memburu Pembunuh Diplomat Arab Saudi Pada 2011, Pelaku Diduga Lari ke Iran

Warga berbicara tentang ketakutan atas insiden tersebut dengan mengatakan hanya tahu sedikit tentang apa yang sedang terjadi karena telah terjadi penutupan internet secara menyeluruh.

“Ada ketakutan dan kepanikan di daerah itu, bahkan orang tidak dapat berbicara satu sama lain karena ketakutan yang ada,” kata Javed Hussain, seorang praktisi medis berusia 25 tahun, kepada Arab News.

“Mereka telah mematikan layanan internet di area tersebut, padahal tidak pernah terjadi,” tambahnya.

Akibat pemblokiran internet, sebagian besar warga tidak mengetahui situasi sebenarnya, menurut seorang penjaga toko berusia 32 tahun/

“Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi,” katanya.

“Internet, yang biasanya tidak dimatikan di daerah tersebut, telah ditangguhkan dan tidak ada liputan di TV juga, jadi penduduk di daerah itu tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi," ungkapnya.

Baca juga: Taliban Kembali Serang Kota Perbatasan Pakistan, Satu Orang Tewas dan 11 Terluka

Sebelumnya pada Senin (19/12/2022), video yang diposting di media sosial menunjukkan salah satu sandera yang ditahan di fasilitas tersebut oleh anggota Taliban Pakistan.

Kelompok itu juga dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan atau TTP

"Kami menghimbau masyarakat agar masalah ini diselesaikan secara damai dan kami telah meminta Taliban menghindari penembakan atau penggunaan kekerasan," kata pria yang tidak menyebutkan identitasnya itu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved