Breaking News

Opini

Nilai Edukasi Sosok Ibu di Piala Dunia

Pembukaan dengan lantunan ayat suci Alquran membuat siapa saja yang menonton menjadi terharu dan merinding

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr SRI RAHMI MA, Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia 

OLEH Dr SRI RAHMI MA, Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia

DALAM bulan ini, dunia disuguhkan beberapa momen menarik yang ada pada perhelatan piala dunia 2022 di Qatar.

Selain menjadi negara Arab pertama penyelenggara piala dunia, malam pembukaan piala dunia juga menyuguhkan sesuatu yang berbeda dibandingkan piala dunia sebelumnya.

Pembukaan dengan lantunan ayat suci Alquran membuat siapa saja yang menonton menjadi terharu dan merinding.

Qatar sebagai negara penyelenggara, membuat perhelatan akbar ini penuh dengan nilai dakwah, sehingga membuat orang tersadar bahwa banyak hal tentang Islam yang selama ini salah dipersepsikan oleh orang-orang, terutama nonmuslim.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah saat Negara Maroko melaju dengan mulus sampai ke babak semifinal dengan mengalahkan dan menyingkirkan raksasa bola dunia.

Semua di luar prediksi banyak orang dan Maroko berhasil menunjukkan serta membuktikan bahwa, nama besar belum tentu selamanya menjamin kesuksesan.

Ikhtiar dalam bentuk kerja keras dan doa menjadi penentu kesuksesan yang sesungguhnya.

Tidak terlena dengan kehebatan dan nama besar masa lalu serta rendah hati menjadi kuncinya.

Dan dari semuanya, Maroko menempatkan posisi ibu dengan sangat mulia di piala dunia kali ini.

Pelatih dan para pemain Maroko benar-benar yakin dan percaya bahwa doa seorang ibu mampu menembus langit.

Di saat pelatih mengizinkan untuk membawa salah seorang anggota keluarga ke Qatar, maka pelatih dan beberapa pemain memilih membawa ibu mereka dan di setiap pertandingan, ibu berada di tribun penonton.

Tugas ibu di tribun saat itu hannyalah berzikir kepada Allah dan melafazkan doa agar anak mereka yang sedang berjuang di tengah lapangan diberi kelancaran dan kemudahan untuk meraih kemenangan.

Baca juga: Raja Salman dan Pemimpin Arab Sampaikan Selamat ke Emir Qatar, Piala Dunia 2022 Berjalan Sukses

Baca juga: Wajah Islam di Piala Dunia Qatar

Tim Maroko meyakini bahwa kalimat “surga berada di bawah telapak kaki ibu” bukan hanya slogan semata, namun harus dimaknai dan diyakini sebagai sebuah bakti seorang anak kepada orang yang melahirkan dan mendidiknya dari kecil.

Maka, sudah seharusnya kalimat ini juga dapat menjadi spirit bagi kaum ibu untuk memaksimalkan fungsi dan perannya dalam mendampingi anak-anaknya dimanapun dan dalam konteks apa pun.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved