Rabu, 3 Juni 2026

Opini

Nilai Edukasi Sosok Ibu di Piala Dunia

Pembukaan dengan lantunan ayat suci Alquran membuat siapa saja yang menonton menjadi terharu dan merinding

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr SRI RAHMI MA, Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia 

Ibu harus mendedikasikan dirinya untuk menjadi garda terdepan bagi anak dan keluarganya dalam menghadapi segala problem kehidupan ini.

Seramai apa pun pendukung yang berada di tribun penonton, tempat ternyaman bagi seorang anak adalah bersama ibunya.

Hal ini dipertontonkan oleh bintang sekelas Hakimi dan teman- temannya yang langsung menghampiri ibunda masingmasing saat berhasil mempersembahkan gol ke gawang lawan.

Ini menjadi tontonan yang penuh dengan nilai edukasi bagi generasi muda saat ini.

Kedekatan antara anak dengan ibu yang terjadi di piala dunia kali ini tidak akan terjadi kecuali hubungan tersebut sudah terjalin dengan erat sejak dini.

Sebab, kedekatan yang harmonis sejak dini, akan dapat terlihat efeknya saat anak menjadi dewasa dan mempengaruhi karakter serta tingkah laku anak di masa depan.

Ibu hendaknya membangun hubungan emosional dengan anak di mana satu sama lain saling membutuhkan dan merasa cemas atau tidak nyaman bila terpisah.

Kedekatan emosional yang dibangun oleh ibu, akan mempengaruhi hubungan sosial anak dengan lingkungannya di saat anak sudah besar.

Demikian juga sebaliknya, anak yang tidak dekat dengan ibunya, cenderung tidak mudah berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Kerekatan antara orang tua dan anak dapat dibentuk melalui kepekaan dan respons orang tua terhadap kebutuhan anak, serta sesering mungkin mengajak anak bicara memiliki efek positif untuk masa depannya.

Anak yang memiliki kerekatan yang baik dengan orang tua cenderung punya rasa ingin tahu yang tinggi, mudah bergaul, mandiri, bisa berinteraksi dengan orang dewasa dan bisa memimpin.

Dewasa ini, ibu harus berperan sebagai pendidik dan mampu memberikan keteladanan bagi anaknya.

Baca juga: Berkah Piala Dunia Qatar 2022, Omset Warung Kopi di Kota Sabang Meningkat

Seorang anak harus menjadikan ibu sebagai idolanya dalam bertindak dan berperilaku.

Dari sudut dinamika sosial kontemporer, interaksi sosial si anak akan lebih kompleks sehingga kehadiran ibu untuk mengayomi anaknya dalam garis berkehidupan sosial yang benar menjadi perlu.

Kehidupan dunia yang mengglobal tidak harus menyebabkan terjadinya jarak sosial yang sangat tajam antara ibu dengan anaknya, malah tuntutan yang diperlukan itu adalah sebaliknya; bahwa kondisi transglobal harus menjadikan seorang ibu lebih dekat (baca: akrab) dengan anaknya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved