18 Tahun Tsunami

Peringatan 18 Tahun Tsunami Aceh, Disbudpar Gelar Talkshow Kesiapsiagaan Bencana

Kejadian tersebut menurutnya, memberi kesadaran akan pentingnya manajemen risiko bencana untuk meningkatkan kapasitas kita mulai dari berbagai latar b

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Santunan kepada anak yatim pada peringatan 18 tahun tsunami. 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam rangka memperingati 18 tahun tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar talkshow bertajuk 'Kesiapsiagaan Terhadap Bencana di Aceh' di UPTD Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (24/12/2022) malam.

Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada akhir tahun 2004 lalu telah meluluh lantakkan Aceh dan kawasan sekitarnya.

Ada sekitar 230.000 jiwa dinyatakan hilang dan meningal dunia, jumlah ini terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah bencana alam Indonesia.

Dia mengatakan, tsunami Aceh 2004 menjadi salah satu bencana kemanusian terbesar yang pernah terjadi.

Dunia internasional bergerak melakukan evakuasi dan pemulihan kembali.

Kejadian tersebut menurutnya, memberi kesadaran akan pentingnya manajemen risiko bencana untuk meningkatkan kapasitas kita mulai dari berbagai latar belakang baik sebelum, saat bencana dan sesudah bencana terjadi.

"Karena bencana tidak bisa di hindari, namun kita dapat meminimalisir dampak risiko dari bencana," kata Almuniza.

Nelayan Aceh Pantang Melaut Pada Hari Peringatan Tsunami, Ini Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

Tepatnya 18 tahun silam kata Almuniza, menjadi momen yang tidak bisa dilupakan dan mengentarkan seluruh mata dunia atas tragedi bencana gempa bumi dan tsunami aceh.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh lanjutnya, juga tidak henti-hentinya memberikan edukasi kesiapsiagaan terhadap bencana di Aceh setiap tahun dalam rangka peringatan Tsunami Aceh yang kini sudah menginjak di angka 18 tahun.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menjadi momentum untuk mengingatkan kita kembali aka pentingnya pengetahuan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Juga merupakan salah satu upaya Pemerintah Aceh untuk mengedukasi generasi penerus bangsa," jelasnya.

Karena hal tersebut pula kata Almuniza, momentum peringatan tsunami ia mengharapkan menjadi renungan bagi masyarakat Aceh sebagai media pembelajaran dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

"Kita juga harus sadar terhadap fenomena alam karena mencegah bencana alam tent tidak bisa, tapi mengurangi risikonya pasti bisa kita lakukan bersama-sama dengan semangat berkolaborasi," pungkasnya.(*)

Perempuan Afghanistan Dilarang Menghadiri Ceramah di Masjid Kabul, Mahasiswi Lanjutkan Demonstrasi

PBB, UNi Eropa dan AS Kutuk Keputusan Taliban Larang Perempuan Bekerja di LSM, Bantuan Terancam

Taliban Larang Perempuan Bekerja di LSM, Baik Lokal Maupun Internasional

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved