Breaking News:

Salam

Rohingya Menjadi Masalah Bagi Aceh

DPRA mendesak pihak berwenang menginvestigasi latar belakang terdamparnya para imigran Rohingya secara berulang-ulang di Aceh

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Komisi I DPRA Iskandar Usman Al Farlaky SHi MSi 

KOMISI I DPRA mendesak pihak berwenang menginvestigasi latar belakang terdamparnya para i migran Rohingya secara berulang-ulang di Aceh.

Desakan itu sangat wajar, mengingat sebelumnya ada beberapa indikasi yang mengisyaratkan bahwa mereka bukan terdampar tapi memang ingin Atransit di Aceh dan di belakangnya kemungkinan ada sindikat perdagangan manusia (human trafficking).

"Kami dari Komisi I berencana mengadakan rakor dengan berbagai pihak, baik dengan Pemerintah Aceh dan Kemenkumham Aceh, karena menyangkut dengan Imigrasi, Polisi, dan Bakamla (Badan Keamanan Laut)," kata Ketua Komisi I DPRA, Iskandar Usman Al Farlaky SHi MSi.

"Kita juga mengundang unsur Pemerintah Pusat, IOM, dan UNHCR.

IOM dan UNHCR kita harapkan tidak lepas tanggung jawab, mereka harus bertanggung jawab jika benar mereka (Rohingya) pengungsi internasional," sambungnya.

Iskandar mengatakan, jika etnis Rohingya yang terdampar di Aceh adalah para pencari suaka politik, maka IOM dan UNHCR harus bisa memfasilitasi pemindahan ke negara yang bisa menampung mereka.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) merupakan organisasi antar pemerintah yang terdepan dan berdedikasi untuk mempromosikan migrasi secara berperikemanusiaan, teratur, dan bermanfaat bagi semua.

Sedangkan UNHCR adalah Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi yang tugasnya antara lain menentukan status pengungsi serta mencegah keadaan tanpa kewarganegaraan.

Dalam 10 tahun terakhir sudah beribu-ribu warga Rohingya didaratkan ke pantai Aceh dan kemudian ditampung masyarakat bersama pemerintah.

Lalu, sebagian dari mereka menghilang dari penampungan karena ada yang membawanya atau menjemput.

Biasanya yang paling cepat menghilang adalah para wanita.

Baca juga: Terkait Imigran Rohingya, Kapolda Aceh: Menkopolhukam Minta Aceh Bentuk Satgas Penanganan Refugees

Baca juga: Lagi, 10 Migran Rohingya Kabur dari Penampungan di Eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Total 70 Orang

Itulah yang kemudian menimbulkan kecurigaan bahwa mereka memang menyasar Aceh untuk tempat transit, sebelum ke Medan dan Malaysia.

Kecurigaan adanya sindikat perdagangan manusia juga sudah tercium oleh pihak kepolisian.

Pada awal Januari 2022, Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar kepada pers pernah mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki terkait dugaan perdagangan manusia atau human trafficking terhadap pengungsi Rohingya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved